Minggu, 19 Februari 2017

Kakang di Usia 2 Tahun 4 Bulan

Kenapa ya susah sekali konsisten menulis tentang perkembangan Kakang di blog? Kirain kalau pindah ke Instagram bakalan bisa lebih konsisten karena ga usah nulis sepanjang blog. Nyatanya sama gak konsistennya. Huuaaaahh

Kali ini nulis di blog lagi lah biar blog ini gak kosong-kosong amat. *jiaaah

Sooo..
Tanggal 15 lalu Kakang tepat menginjak usia 2 tahun 4 bulan.

Bagaimana kabarnya Kakang di usia ini?

- Tinggi badan sekitar 83 cm. Berat badan.. hm.. batas minimal BB ideal lah T_T

- Sehat, aktif, dan semakin bawel. Alhamdulillah..
Bisa nyerocos mulu bahkan sampai tengah malam di saat semua orang udah tidur dan saya pun udah ngantuk.

- Kalimat terpanjangnya saat ini adalah, "Mi, (mo)bil (k)akang (m)ana? Kok ilang? (dikem)anain?"

- Pengaruh TV mulai terlihat. Akhir-akhir ini dia suka ngomong, "Aku (n)amanya (Shi)va!". Kayaknya kalau dia lebih gede lagi bakal niru omongan Shiva yang ini, "Jangan panggil aku anak kecil!"

- Sedang toilet training. Sudah jarang BAK di celana. Selalu lapor kalau dia ingin pipis jadi bisa dibawa ke toilet dan pipis di sana. Kalau BAB? Nah ini, dia belum bisa lapor sebelum BAB. Jadi yaaa begitulah..

- Sering memeluk, menciumi, dan minta dicium oleh saya. He is really the sweetest baby in the world :')*dilarang protes*

- Lagi seneng belajar ngomong, suka mengulang-ngulang kalimat, mulai bisa bercerita meskipun ngarang. Hahahaha..
Contoh: "Mi, tuh hape Umi, di atas pohon.." What is the maksud? T___T

- Sambil meluk kadang bilang, "Mi, aku (d)atang!" sambil mengangkat tangan kanannya. Entah kenapa dia bilang gitu. Menurut saya sih, cocoknya kalimat itu diucapkan mungkin 20 tahun lagi, saat Kakang sedang kuliah di luar kota, terus pas libur pulang ke rumah. Naaah.. pastilah kusambut dengan ucapan Alhamdulillah dan pelukan :')

- Mulai suka tantrum
Dulu Kakang mudah diatur. Sekarang dia sudah mulai bisa mengungkapkan keinginannya. Bisa marah kalau ga diturutin. Bisa nangis untuk hal-hal yang menurut saya sepele dan biasanya ga perlu ditangisin. 

- Kalau ngambek dia tunjukkan dengan kedua tangan bersidekap dan mendengus. Kalau udah gini dia malah keliatan lucu dan akhirnya diketawain deh :))




- Tontonan favoritnya saat ini: kartun bis dan dinosaurus. 
Kadang-kadang dia bersenandung menirukan lagu-lagu Wheels on The Bus terutama bagian "Swish, swish, swish.. beep, beep, beep.. up and down, up and down.."

- Sudah bisa menyebutkan angka 1-10 dalam bahasa Inggris

 

Sekian duluuuu

See you next time ;)




Kamis, 16 Februari 2017

Blogwalking to NyiPenengah.com

Udah lama banget ya gak posting tentang pengalaman jalan-jalan ke blog teman-teman. Kali ini saya ingin cerita hasil blogwalking ke sebuah blog milik seorang blogger Kendal yang sangat produktif menulis.

Ia memiliki dua rumah maya. Salah satunya adalah di http://www.nyipenengah.com/.

Begitu sampai di blognya, kita disuguhi kue lucu. Nama lengkapnya tertulis di sana: Nyi Penengah Dewanti, dengan 1 kalimat (curhat?): Kepada jarak, aku teteskan kerinduan di atas langit. *Uhuk

Header blog NyiPenengah.com

Pengennya sih baca halaman About Me dimana saya bisa kepoin sang empunya blog. Tapi kok ga nemu ya? Hmm..

Menu kategori juga tidak ada. Menurut saya sih, sebenarnya Nyi bisa bikin menu seperti Review, Travel, Event, bahkan Curhat. Dimana pembaca bisa lebih mudah menemukan postingan dengan topik tertentu yang diinginkan.

Berhubung menu itu tidak ada, ya sudah saya nyebur random aja deh mengobrak-abrik postingannya :D

Beberapa postingan yang saya favoritkan adalah ini:

Viral Konten Ala Mbak Ollie CCO Zetta Media (5 September 2016)

Mbak Ollie adalah salah satu sosok yang saya kagumi. Tak hanya piawai menulis, ia juga seorang entrepreneur seperti saya. Jadi bagi saya, Nyi beruntung sekali bisa menyerap ilmu langsung dari Mbak Ollie.

Saya senang Nyi membagikan apa yang ia dalam dalam acara itu. Dalam postingan ini Nyi menuliskan materi tentang konten viral. Mulai dari definisi, tujuan, hingga langkah-langkah membuat konten viral. Misalnya dengan mencari tahu hal-hal yang sedang menjadi tren, menemukan hal-hal yang menggugah emosi atau menyelesaikan masalah pembaca, serta memilih angle atau sudut pandang.

Postingan lain yang saya suka adalah Resolusi Tahun Baru yang Paling Ingin Diwujudkan (16 Desember 2017). Nyi menuliskan harapannya untuk menikah dan menyelesaikan skripsi. Semoga terkabul. Aamiiin...
Dari postingan ini juga saya jadi tahu kalau adik Nyi bekerja di Korea (Wow!) dan kakaknya bekerja di Batam. Wuiih.. pada merantau nih.

Kenapa tahun ini Nyi gak merencanakan menerbitkan buku lagi ya? Padahal kan pasti fansnya nungguin tuh *tsah. 

Oh ya saya belum bilang kalau Nyi itu penulis buku ya? Tak hanya menjadi penulis dalam beberapa buku antologi, Nyi juga sudah menerbitkan beberapa buku solo. Semua buku karyanya bisa dilihat di blog dalam label MyNovel. Yang paling berkesan mungkin yang Promise, Love and Life, tentang pengalamannya menjadi TKW beberapa tahun lalu. Soalnya postingan tentang buku ini paling panjang dibanding tentang buku yang lain. Hihihi..

Ia juga bercerita sedikit tentang proses pembuatan dan penerbitannya yang memakan waktu lama namun berakhir mengharukan. Baca sinopsisnya juga bikin penasaran. Kira-kira masih ada gak ya di toko buku?

Kalau Promise, Love and Life ini adalah memoar, buku Nyi yang lain adalah fiksi. Dan kalau dilihat-lihat sih, genrenya drama percintaan. Untuk para pecinta novel romantis, ga boleh ketinggalan ni baca novel-novel karya Nyi ;)

Sebagai orang yang memang hobi menulis, ga heran blognya selalu di update secara berkala tidak seperti blog saya. Dalam blognya ini Nyi banyak menulis review atau ulasan terutama topik kuliner. Kalau lagi puasa jangan dulu blogwalking kesini. Menggoda iman nanti. Hihihi..

Yang kepo dan ingin tahu lebih lanjut tentang gadis yang tak lama lagi akan melepas masa lajangnya ini, silakan langsung cuss ke blognya ya. Nikmati cemilan eh review cemilan di sana juga karya-karya puitisnya. See ya ^^

Minggu, 12 Februari 2017

Tentang Harddisk yang Hilang Bersama Semua Kenangan di Dalamnya

Beberapa waktu lalu, di timeline FB ada yang membagikan sebuah info, bahwa telah hilang sebuah harddisk, berisi foto dan video anaknya dari masih dalam perut, lahir hingga tumbuh besar. Semua kenangan itu begitu berharga baginya sehingga ia menawarkan imbalan bagi siapapun yang menemukan harddisk tersebut.

Saya menghela nafas.

Pasti nyesek memang rasanya.

Saya juga pernah mengalami beberapa peristiwa kehilangan rekaman foto dan video.

Jumat, 20 Januari 2017

Wish list 2017 : Laptop Baru



Percaya gak sih kalau sampai sekarang saya masih suka ke warnet? 

Perkembangan teknologi yang makin canggih, smartphone murah yang gampang didapat, serta harga paket data yang terjangkau sebenarnya lumayan menekan bisnis warnet. Ya dong, tidak seperti 10 tahun yang lalu, kalau hanya sekedar browsing dan ber-sosmed ria, sekarang orang tidak perlu lagi ke warnet. Sudah bisa pakai hape sendiri. Jadi saya beruntung kalau di dekat Pondok Mertua Indah yang saya tempati ini masih ada warnet.

Kenapa saya ke warnet?

Tentunya karena ada hal-hal yang sulit saya kerjakan dari smartphone. Misalnya:

Blogging

Untuk sebagian blogger, khususnya yang sudah senior, blogging dari hape itu sudah biasa. Bagi saya tidak. Terutama karena HP saya memorinya sudah penuh dan ga bisa download aplikasi blogging. Plus jempol saya belum kuat untuk nulis ratusan kata. Jadi menulis di PC masih jadi cara satu-satunya untuk saya ngeblog dengan nyaman. Bikin desain untuk postingan blog juga sering pakai Canva yang setahu saya sih belum ada versi app di Android. Jadi musti lewat web di PC.

Setting iklan Facebook

Sebagai emakpreneur yang jualan online, sesekali saya suka ngiklan di Facebook. Untuk setting iklannya setahu saya belum bisa via mobile. Jadi memang harus via PC/desktop. So, kalau saya mau ngiklan ya pasti ke warnet.

Sebenarnya di rumah ada sih laptop. Tapi ada alasan kenapa saya agak malas memakainya.

Pertama, keyboardnya sudah ga berfungsi. Jadi saya pakai keyboard eksternal. Dan itu kan beda ya rasanya. Apalagi kalau kabelnya kesenggol dan saya gak sadar, udah deh.  Saya 
ngetik beberapa huruf, tapi di layar ga muncul apa-apa. Mesti benerin dulu tuh kabel. Ribetnyaaa

Kedua, yang make laptop ini bukan saya sendiri. Melainkan juga adik ipar. Ga masalah sih sebenarnya. Cuma sayanya aja yang enggan melihat tuh laptop bolak balik pindah tangan. Kan kasian ya di ping-pong gitu. *laaah?

Jadi diam-diam saya berharap, tahun 2017 ingin punya laptop baru.


Saya sampai ikut lomba blog berhadiah laptop. Hahahaha..

Eh tapi kalau ngebayangin dapat hadiah laptop, saya mikir apakah bakal diminta sama
adik-adik saya ya?

Saya punya 2 adik laki-laki, cowok, sedang kuliah jurusan teknik. Si abang sedang menjalani tahun keduanya. Sementara si bungsu baru masuk tahun 2016. Keduanya butuh laptop yang mumpuni.

Saya pikir, kayaknya mesti nabung nih buat beli laptop. Berdoa biar jualan online saya laris manis biar bisa beli laptop. Gak cuma buat saya tapi juga untuk Abang dan Adek. Aamiiin..

Kalau tempat beli laptop, sekarang sih gampang. Ga harus ke pergi ke toko elektronik. Kan bisa ke toko laptop online. Banyak pilihan laptop dengan harga bersaing. Kalau butuh aksesoris laptop juga bisa sekalian belinya. Enak kan?

Aneka pilihan laptop di Tokopedia


Dah ah curhatnya. Sekarang waktunya back to work, cari duit buat nabung. 

Semangaaaat ^^

Sabtu, 10 Desember 2016

Pengalaman Baik Bersama JNE Express? Banyaaaak ^^

Sebagai orang yang sudah hampir 4 tahun malang melintang di dunia OL Shop, mengirim barang dagangan sudah jadi kegiatan sehari-hari. Ekspedisi pengiriman sudah jadi partner super penting yang harus ada. Ya dong, gimana bisa jualan online kalau ga pakai ekspedisi? Kecuali kalau target pasarnya orang sekampung yang barangnya bisa kita antar sendiri. Kalau saya kan kirimnya ke seluruh Indonesia. Ke luar negeri juga pernah.

Ekspedisi pengiriman yang paling sering saya gunakan adalah JNE Express. Kenapa? Well, di postingan ini saya akan ceritakan berbagai pengalaman baik saya dengan JNE yang menjadi alasan mengapa saya tetap setia padanya *uhuk


COUNTER JNE DIMANA-MANA

Saya pernah belajar bisnis di daerah Dipati Ukur, Bandung. Kalau mau ke JNE bisa jalan kaki. Saat itu kosan saya di Jl. Jalaprang (masuk dari Jl. Surapati). Jalan kaki juga ke JNE terdekat.

Bulan Ramadhan lalu, saya tinggal bersama orangtua dan adik-adik di rumah kakaknya mama di Taman Kopo Indah. Persis di belakang rumah ada counter JNE. Perlu kirim barang? Tinggal jalan kaki.

Saya seneng banget dengan keberadaan counter JNE yang banyak dan mudah ditemukan. Hal ini bikin pengiriman barang jadi menyenangkan. Ga harus pergi jauh. Ga harus keluar ongkos. Love it!

Mulai menyambangi JNE setiap hari (Senin-Jumat) itu saat saya bekerja di sebuah toko online yang berkantor di Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat. Kantor saya dan counter JNE beda Tatar (semacam Cluster). Kalau jalan kaki jauh. Tapi naik motor sih 5 menit doang. Heuheu..

BISA PICK UP

Toko online tempat saya bekerja tergolong baru. Di beberapa bulan pertama, rata-rata kirim 5-10 paket sehari. Semakin lama, semakin banyak paket yang harus dikirim. Untunglah JNE Cihampelas Cililin ternyata bisa memberikan layanan pick-up alias mereka yang mengambil paketnya di kantor kami. Kebayang kalau bawa puluhan bahkan ratusan paket naik motor. Heuheu..

Apalagi saat itu saya sedang hamil Kakang. Jadi lagi sangat mengurangi naik motor. Di kantor memang belum ada office boy yang bisa disuruh ngirim paket. So, dengan JNE yang mendatangi kantor, it was very helpful.

BEST CUSTOMER SERVICE

Saya pernah baca sebuah blog (lupa, tapi saya dapat dari googling). Sang penulis membandingkan beberapa ekspedisi pengiriman dan JNE mendapat nilai terbaik dalam hal Customer Service
Saya sepakat.

Di antara beberapa ekspedisi pengiriman yang saya gunakan, cuma dengan JNE ada komunikasi 2 arah (di luar counter). Misalnya dalam bentuk SMS yang menginfokan barang sampai, telepon dari kurir yang memastikan alamat dan no HP penerima sudah benar, hingga balasan email saat ada kesalahan pengiriman.

Ketika konsumen melaporkan barangnya belum sampai, misalnya. Gak melulu harus saya terus yang menghubungi JNE. Pihak JNE yang akan menghubungi saya kembali saat paket sudah terlacak. Lega deh..


BEST COUNTER IS...

Dari beberapa counter JNE yang pernah saya datangi, best counter jatuh pada... JNE Agen Kopo Sayati.

Jadi ceritanya, Ramadhan lalu saya tinggal di rumah Uwak di Taman Kopo Indah (TKI). Suatu hari, JNE TKI sedang tutup sementara. Karena perlu ngirim barang, saya pun googling dan menemukan alamat JNE Jl Kopo Sayati. Perjalanan naik motor kurang lebih 10 menit. Sampai di sana, saya takjub.

Tempatnya luas, ga ngantri lama, dan adminnya mengetik wus..wus..! Super cepat!

Pernah sekali saya masuk pintu sampai keluar lagi cuma makan waktu 5 menit. Lebay? Mungkin.
Saya sampai heran sekaligus senang.

Gimana enggak, biasanya di counter JNE lain selalu antri. Ramadhan itu orderan lagi banyak-banyaknya. Dan yang punya OLshop bukan saya aja kan. Saya sering tuh liat orang lain bawa banyak paket.

Saya tanya ke admin jam buka JNE Kopo Sayati. Katanya sampai jam 12 malam. Haaaaa?
Mantap tuh, berarti masih bisa packing-packing setelah sholat tarawih. Hehehe..  


KERJASAMA DENGAN MARKETPLACE FAVORIT

Sekarang saya sudah resign jadi karyawan dan jualan online sendiri di rumah. Selain di Instagram, saya juga jualan di sebuah aplikasi marketplace. Marketplace favorit saya ini punya program free ongkir bekerjasama (hanya) dengan JNE.

Buat saya sebagai penjual, sebenarnya jualan di marketplace itu lebih beresiko. Kenapa? Uang pembeli masuk rekening bersama. Saya tidak akan menerima pembayaran kalau pembeli tidak menerima barang. Dalam hal ini, kalau terjadi masalah dalam pengiriman, skenario terburuknya adalah barang hilang + saya gak dapat duit. Double rugi. Jangan sampai terjadi ya Allah T_T

Untunglah sejauh ini gak pernah ada masalah dalam pengiriman dengan JNE.
Makasih ya JNE :')

Pengiriman cepat oleh JNE



HARI BEBAS ONGKOS KIRIM

Hari Jumat siang tanggal 25 November lalu, seorang adik kelas saya waktu kuliah dulu, Silpi, menghubungi saya karena kepincut dengan salah satu foto dress yang saya upload di Facebook. Ia ingin membelinya.


Dress yang membuat Silpi jatuh hati

Saya lalu menghubungi Teh Wiwi, agen Jakarta tempat saya sering memesan dress. Iya, untuk produk ini saya memang dropship. Teh Wiwi bilang kalau dress itu sudah dikirim dari produsen dari Tasikmalaya, namun belum sampai di tangannya.

Mengetahui hal itu, saya jujur katakan pada Silpi kalau barang belum ready dan insya Allah baru bisa dikirim hari Senin (28 November). Silpi tidak mempermasalahkannya. Saya pun lalu memberikan total tagihan plus ongkir JNE Reg.

Ternyata Teh Wiwi menerima paketnya malam itu (jumat). Sehingga ia bisa mengirim ke Silpi keesokan harinya, Sabtu 26 November 2016 yang bertepatan dengan Hari Bebas Ongkos Kirim (HARBOKIR) yang digelar JNE dalam rangka ulang tahun JNE ke-26. 

HARBOKIR ini diselenggarakan tanggal 26-27 November 2016. JNE membebaskan ongkos kirim dalam kota di 55 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta tempat Teh Wiwi dan Silpi tinggal.
 
Informasi lebih lengkap tentang HARBOKIR bisa dilihat di sini

Teh Wiwi sebagai pihak pengirim mengonfirmasi bahwa benar ongkos kirim kepada Silpi adalah GRATIS. Bahkan oleh pihak JNE dikirim dengan layanan YES (Yakin Esok Sampai) senilai Rp. 18.000,-
Mungkin kalau Silpi memberikan alamat kosan, paketnya akan sampai hari Minggu. Namun karena Silpi menggunakan alamat kantor, ia menerima paketnya hari Senin.







Ceritanya saya salah ngasih total tagihan. Silpi jadi kelebihan transfer 10 ribu. Saya juga kembalikan ongkir yang telah ia bayarkan sebesar 9 ribu. Sebagai mantan anak kosan, saya mengerti sekali 19 ribu itu berharga. Buat beli sebungkus mie instan dan sebutir telur juga masih kembalian toh? Hahahaha
#perhitungan

 Itulah beberapa pengalaman baik saya dengan JNE.

Sebagai penutup, saya mau ngasih pesan untuk pembaca yang baru mulai jualan online:


Jangan Senang Dulu

Saat ada orang yang menghubungi dan tanya-tanya tentang produk, jangan senang dulu.
Belum tentu dia beli.

Saat ada orang yang sudah memilih suatu produk dan menanyakan nomor rekening, jangan senang dulu.
Belum tentu dia transfer.

Saat ada orang yang transfer, hmm.. bolehlah senang sedikit.
Tapi proses jual beli belum selesai.

Kamu boleh senang,
saat pengiriman lancar tanpa kendala
Konsumen telah menerima barangnya.
Ia puas.
Tidak ada complain,
apalagi return,
apalagi refund.


Teruntuk para staf dan kurir JNE yang sudah membantu saya mengirimkan barang ke konsumen dengan aman, saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya.

Mungkin saya belum bisa mengucapkannya secara langsung dan tatap muka. Tapi kalau teman-teman crew JNE membaca ini, percayalah berkat kalian saya semakin percaya diri untuk terus jualan online. Inilah cita-cita saya, berpenghasilan dari rumah. Tanpa kalian, saya tak mungkin bisa :')
#kemudianbaper

Selamat Ulang Tahun ke-26, JNE Express
Sukses Selalu..


http://www.pungkyprayitno.com/2016/11/punya-cerita-baik-bersama-jne-ayo-tulis.html