Sabtu, 24 September 2016

Dear Customers yang Butuh Urgent, Segeralah Pergi ke Pasar!

Wew, judul macam apa itu? Jelek amat. Hahahahahaha..

Ini adalah postingan curhat dari seorang owner OLshop yang telah melayani ratusan konsumen dan menemukan bahwa ada beberapa konsumen yang sepertinya belum paham bahwa jika mereka butuh urgent akan suatu barang, sebaiknya beli di pasar. Bukan beli secara online

Jadi begini ceritanya..

Beberapa hari yang lalu, ada yang chat saya di WA. Foto profilnya sih cowok. Tapi dia nanyain gamis. Saya bingung apakah ini seorang perempuan yang lagi majang foto kekasihnya? Ternyata bukan. Yang chat saya memang seorang cowok yang sedang ingin membelikan gamis untuk calon istrinya. Owh so sweet...

Jihan the Best Seller Dress | WA 088210862289


Ngobrol-ngobrol-ngobrol, terjadi transaksi. Dia transfer di malam hari. Saya katakan gamisnya akan dikirim besok dengan JNE YES karena ia bilang butuh cepat. Ia setuju.

Semua tampak cukup lancar sampai besok siangnya dia bertanya, "Sudah dikirim mbak?"

Saya jawab santai, "Nanti sore ya Mas, dikirim bareng paket-paket yang lainnya."

"Loh, kok sore mbak? Kan saya mau ngasih kadonya hari ini?"

Krik. Krik. Krik.

*tarik nafaaas... hembuskaaan..*

"Mas, kalaupun dikirim tadi pagi, tetap akan sampai besok." jawab saya.

Dia tidak percaya. Dia sangat yakin kalau saya mengirim pagi, dia akan menerimanya di sore hari. Oiya FYI, pengiriman dari Tasikmalaya dan tujuannya adalah Bekasi.

Saya pun lalu googling, dan akhirnya memberikan screenshot ini padanya.

Maaf lupa sumbernya -___-'


Saya katakan bahwa jika ingin sampai di hari yang sama, ada layanan Super Speed yang mana tarifnya untuk Tasikmalaya-Bekasi adalah 228 ribu.

Dia ga komentar.

Kemudian entah kesambet malaikat dari mana, saya bilang, "Mau dicancel aja?"

Separuh hati saya langsung merasa menyesal. Bagaimana tidak? Uang yang ia transfer sudah saya serahkan pada supplier. Tentu tidak enak kalau saya minta supplier mengembalikan uangnya. Ini bukan salah supplier. Plus saya tahu persis rasanya direpotkan refund padahal kesalahan bukan pada di kita.

Saya harus mengembalikan uangnya dari kantong saya sendiri.
Dan memang itulah yang terjadi.
Saya minta supplier membatalkan pengirimannya (untung masih bisa) dan saya katakan uang saya jadi deposit saja di sana.

Sedih, kecewa, kesal, pasti. Tapi ya sudahlah. Namanya bisnis pasti banyak petualangannya.
Ya.. siapa tahu nanti deposit itu bisa jadi gamis buat saya pribadi. AAMIIIIN YA ALLAH.


Nah, itu cerita pertama.

Cerita kedua terjadi Kamis (22/9) lalu. Ada seorang konsumen membutuhkan baju ihram anak untuk dipakai di kegiatan manasik haji KEESOKAN HARInya.

WHAAAT!

Memang sih dia lokasinya satu kota sama supplier.
Memang sih bisa pake JNE YES.
Memang sih dipakainya siang, ba'da jumatan.
Tapi bagi saya ini sangat amat beresiko.

Alhamdulillah kalau paketnya sampai keesokan paginya, sebelum jumatan.
Bagaimana kalau sampainya jam 7 malam?

Benar dengan JNE YES bisa sampai besok. Tapi ga ada yang tahu JAM BERAPA paketnya akan sampai.

Singkat cerita, saya inisiatif kirim pake Gojek. Untunglah supplier juga kooperatif dan punya kode promo. Customer bayar ongkir 9 ribu untuk JNE YES, saya tambahkan 15 ribu demi bisa ngirim pake Gojek.

Thank you, Gojek!

Suami bilang gimana saya bisa kaya kalau terlalu baik hati seperti itu. Heuheu..

Dear suami, Alhamdulillah meski kirim pake Gojek, saya masih dapat profit. Gak rugi.
Yang penting saya dapat KETENANGAN HATI.

Ya, saya memang suka galau kalau konsumen butuh segera tapi pengiriman paketnya lama.

Kayak gini:


Itu pakai JNE YES.
Jam 5 sore belum sampai.
Pas konsumen (dan saya) tracking nomor resi di web JNE, tulisannya not found.
Kayaknya supplier salah ketik nomor resi tapi saya gak bisa menghubungi supplier karena sudah di luar jam kerja.

STRES ya ALLAH

Ba'da maghrib saya solat hajat. Ba'da isya solat hajat lagi. Baru kali ini saya 2x solat hajat dalam rentang waktu 2 jam. Doanya satu saja: mohon agar paket beliau segera sampai.



Allah memang Maha Mengabulkan doa hamba-Nya :') :') :')


Dear customers, mohon maaf...
Kalau butuh cepat barangnya, please segera ke pasar terdekat.

Saya beneran gapapa kok kalau gak beli di saya.
Saya ga mau ketika Anda butuh baju untuk tanggal sekian, ternyata di tanggal itu belum sampai.
Saya ga mau Anda kecewa.

Coz your satisfaction is our priority
*gombal*


Happy Shopping ^^



Rabu, 21 September 2016

Blogwalk to Rumah Maya Kania

Alamaaak..
Satu bulan gak update blog itu ternyata rasanya gak enaak. Frekuensi blogwalking juga menurun. Harusnya jalan-jalan ke Rumah Maya Kania itu 1-15 September. Nyatanya baru sekarang bisa blogwalking. Bener-bener harus lebih pinter curi waktu. Untunglah Mbak Kania gak jitak saya untuk keterlambatan ini. Heuheu..

So,
Kali ini saya jalan-jalan ke blognya Mbak Kania Ningsih. Ibu dua anak ini sangat produktif menulis. Ia aktif mengelola beberapa blognya seperti www.rumahmayakania.com dan www.petualanganzara.com. Ia bahkan punya blog khusus buku dan blog khusus masakan! Wow.

Di postingan ini saya review yang Rumah Maya Kania saja ya ^^

Begitu mendarat di blognya, saya menemukan sebuah blog dengan template simple khas platform Blogger yang nyaman di mata. Dengan warna dasar putih, background motif dengan nuansa warna marun, serta tampilan 2 kolom dengan sidebar di sebelah kanan, blognya tampak rapi. Tak ada widget-widget berlebihan yang membuat mata terdistrak.



Seperti biasa, yang saya buka pertama kali adalah halaman tentang yang punya blog. Membaca tentang kegiatannya sehari-hari, komentar pertama saya adalah.. waaah enaknya bisa nulis sepuasnya saat anak-anak sekolah. Semoga suatu hari nanti bisa seperti itu. Sekarang sih, saya cuma bisa nulis kalau Kakang (23 bulan) bobo aja. Huhuhu..

Melihat banyaknya karya buku, beberapa penghargaan dan prestasinya dalam aneka lomba blog, saya melihat bukti bahwa semakin banyak kita menulis, maka akan semakin terampil, semakin bagus tulisannya.

Tulisan-tulisannya begitu renyah dibaca. Beberapa postingan yang saya baca adalah ini:

Habis Galau Terbitlah Buku (25 Mei 2014)
Judulnya bikin penasaran. Apakah kalau saya mau nerbitin buku musti galau dulu? Heuheu
Eh tapi kalau ga salah, Raditya Dika pernah bilang sih, bahwa bahan untuk menulis itu baginya adalah kegelisahan. Sesuatu yang saking bikin galau, harus ditulis biar lega. Ternyata Mbak Kania juga pernah membuat buku yang tercipta dari luapan perasan galau.

Kapan Nulisnya? (14 September 2016)
Nah iniiii! Ini nih yang saya butuhkan. Kesibukan sehari-hari bikin jadwal nulis blog jadi keteteran. Jadi saya mesti nyontek Mbak Kania nih. Ternyata Mbak Kania punya beberapa prinsip untuk menjaga konsistensi ngeblog. Yang pertama harus fokus. Istirahat jualan online dan keluar 2 grup Whatsapp.
Wuaaah ini saya belum bisa. Justru saya maunya fokus jualan. Dan soal grup.. hemm.. saya malah baru nambah 2 grup WA lagi. Hahahaha...
Eh tapi salah satu grup itu untuk mendorong ngeblog juga kok. Semoga beneran jadi lebih sering nulis blog bukannya mantengin WA mulu ;p

Selain fokus, Mbak Kania juga menguatkan niat dan melakukan manajemen waktu yang baik.
Setuju banget saya. Saya pernah ingin nyerah ngeblog. Tapi saya gak bisa. Saya terlanjur memandang diri saya sebagai seorang blogger dan gak mau 'resign' jadi blogger *niat apaan nih?

Well, pulang dari Rumah Maya Kania, bertambah lagi satu blogger yang perlu saya jadikan contoh. Bahwa menjadi ibu rumah tangga yang sibuk janganlah jadi alasan untuk tidak produktif menulis. Bukankah saya sendiri sudah merasakan bahwa menulis (ngeblog) justru berfungsi untuk menjaga kewarasan di tengah hiruk pikuk peran sebagai istri dan ibu?

Kuncinya adalah fokus. niat dan manajemen waktu.*Jangan hanya dicatat, Sinta, ingat dan praktekan yaaa..!

Terimakasih untuk inspirasinya, Mbak Kania.

Keep writing, keep inspiring ^^





Minggu, 21 Agustus 2016

Viral Minggu Ini: Kista yang Menyerang Penganut Hidup Sehat

Beberapa hari terakhir ada yang viral dalam timeline FB saya, yaitu sebuah status dari seseorang yang bercerita tentang sahabatnya, yang mana sahabatnya ini harus diangkat rahimnya karena terkena kista.


Rabu, 17 Agustus 2016

Kesan dari Novel My Bittersweet Marriage

Semangat ngeblog lagi ngedrop total nih. Kalau mau beralibi, mungkin karena laptopnya tidak selalu berada di depan mata *hah?!*, juga karena pikiran terlalu fokus sama dagangan online. Jujur sedih banget melihat blog ini jadi terbengkalai. Mungkin kalau saya gak ikut Arisan Link Blogger Perempuan, saya ga akan posting apapun selama 2 bulan terakhir. Ckckck

Saya pikir, mungkin saya kurang 'asupan' untuk menulis: buku bacaan. That's why saya akhirnya memutuskan menyewa buku lagi di Pitimoss Bandung dan buku fiksi yang saya pilih kali ini adalah My Bittersweet Marriage oleh Ika Vihara.



Saya ambil novel ini karena judulnya. Hahahaha
Yah, soalnya saya merasa pernikahan saya juga rasanya bittersweet gitu. Happy-happy pahit dikit. Xixixi
Emangnya ada pernikahan yang 100% isinya happy mulu? mustahil, Jenderal!

Tiap pernikahan punya konflik. Dalam novel ini, konflik yang diangkat adalah menderitanya seorang istri bernama Hessa yang memutuskan menikah dengan Afnan, seorang indo yang berkewarganegaraan Denmark. Hessa yang setelah menikah ikut suaminya ke Denmark, merasa homesick, tidak nyaman, tidak betah, hingga didiagnosis Seasonal Affective Disorder. Sejenis depresi. Tapi Afnan tidak bisa dan tidak ingin tinggal di Indonesia. Hessa tidak punya pilihan lain selain berdamai dengan kondisinya ini.

Membaca novel ini, saya teringat sahabat saya. Ia tidak pacaran, lalu menikah dengan teman lamanya semasa sekolah. Kedua orangtua mereka tinggal di Bandung, namun sang suami ditugaskan di Palu. Sahabat saya pasti dong setelah menikah ikut ke Palu. Tinggal di tempat baru yang asing. Mending kalau suaminya tiap hari selalu pulang ke rumah. Lah ini suaminya sering 'tour' ke kota-kota lain untuk urusan pekerjaan sehingga harus sering meninggalkan sahabat saya sendirian di rumah. Saya sih pasti stres berat kalau jadi dia.

Tempat asing. Lingkungan asing. Sendirian.

Tiiiidaaaaaaks ><

Ok back to the topic.

Sebagai novel pertama Ika Vihara, bagi saya ceritanya cukup enak dinikmati. Karakter prianya relatif sempurna: ganteng, mapan, pintar. Cukup protektif, gak terlalu romantis namun tetap perhatian. Karakter wanitanya lumayan sabar dan dewasa.

Baca novel ini, wawasan saya juga bertambah soal budaya Denmark. Denmark yang minim kriminal tapi masih agak rasis. Denmark yang fasilitas pendidikan dan kesehatannya gratis, hasil dari pungutan pajak yang tinggi bagi pemilik rumah dan mobil. Denmark yang tak banyak merasakan nikmat hangatnya cahaya matahari.

kalau boleh ngasih rating, saya kasih 3,5 dari 5 bintang. Lumayan lah untuk bacaan ringan di akhir pekan ;)

Senin, 15 Agustus 2016

Blogwalking to Mutmuthea's Blog

Hari ini saya jalan-jalan ke sebuah blog seorang gadis dari Pekanbaru. Mutia Nurul Rahmah namanya. Blognya beralamat di www.mutmuthea.com. Saat berkunjung ke blognya, sejujurnya saya sedang galau karena lagi vakum ngeblog. Tapi melihat blog Mutia yang cukup update, rasanya saya ingin bilang, "Oh Mumut, hibahkanlah sedikit semangat blogmu padaku." *apa sih

Header blog Mutia


Melihat sekilas desain blognya, kesan yang saya dapat adalah clean. Dengan warna dasar putih polos dan sidebar di sebelah kanan yang menunya berurutan mulai dari About Me, links ke berbagai sosial medianya dan Facebook Page, latest posts, dan lain sebagainya.

Seperti biasa kalau mengunjungi suatu blog, bagian paling awal yang saya kepoin ya tentang yang punya blog dong. Di dalam halaman About Me nya, Mutia menuliskan statusnya sebagai seorang mahasiswi di UIN Suska Riau. Selain kuliah, ia juga aktif di beberapa komunitas dan banyak menuliskan pengalamannya sehari-hari di blognya ini.

Mengintip isi postingannya, saya coba klik 2 postingan terpopuler yaitu tentang Air Terjun Batu Dinding dan Klapper Pie Pekanbaru.

Dalam postingan Air Terjun Batu Dinding, Mutia menceritakan petualangannya bersama teman-teman kampusnya mengeksplorasi air terjun yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Cara penulisannya yang naratif dan foto-foto pendukung berhasil membangun imajinasi saya betapa seru dan menyenangkannya refreshing ramai-ramai bareng teman-teman. Petunjuk jalan yang ia berikan juga cukup informatif bagi pembaca yang penasaran ingin mengunjungi tempat ini. Melihat suasana di perjalanan dan lokasi air terjun, saya jadi ingat waktu KKN juga pernah jalan-jalan sama teman sekelompok ke air terjun. Sebuah momen tak terlupakan.

Kalau di postingan Klapper Pie Pekanbaru, Mutia menulis review tentang sebuah makanan dan lokasi tokonya di Pekanbaru. Ngiler juga lihat foto-fotonya, terutama yang topping-nya coklat dan buah. Duh, favorit saya semua tuh! Saya juga ingat pernah makan Klappertaart yang manis dan teksturnya lembut. Jadi pengen ngebandingin, kira-kira yang di Pekanbaru seenak yang pernah saya rasain gak yaa?

Postingan lain yang menarik saya adalah yang saya temukan dari menu Story -> Random thought. Ia menulis Perihal Relationship Goals. Nah, saya suka nih postingan bernuansa curhat seperti ini. Hheuheu..

Kalau yang saya tangkap dari tulisannya sih, sepertinya ada ketidakcocokkan mengenai Relationship Goals yang Mutia inginkan dengan yang 'Sang Abang' inginkan. Hal ini berujung pada perpisahan yang membuatnya sedih. Meski begitu, ia dapat mengambil hikmahnya bahwa betapa penting bersikap saling terbuka mengenai keinginan dan harapan dalam sebuah hubungan.

Ngomong-ngomong tentang relationship goals, saya jadi ingat sesuatu. Sekarang kan lagi hits banget ya nikah muda sebagai relationship goal. Tapi saya setuju dengan pendapat seseorang yang bilang bahwa relationship goal yang sejati itu sebenarnya adalah setia dengan pasangan sampai kakek-nenek dan maut memisahkan. Mungkin contohnya seperti Habibie-Ainun gitu kali ya. Mereka gak pernah upload foto mesra di Instagram (ya iyalah!) tapi saya yakin setiap orang dalam hatinya yang terdalam pasti ingin memiliki cinta sejati seperti yang mereka punya.

Anyway daripada tulisan ini makin melenceng, sekian dulu ya ulasannya. Kalau kamu suka baca review tentang apapun dan juga pengen tahu lebih lanjut tentang Mutia dan warna warni kehidupannya, silakan mampir ke blognya. Dengan postingan yang ditulis dengan passion, Insya Allah wawasan kita bertambah saat membacanya.

Happy blogwalking ^^