Minggu, 29 Mei 2016

Blogwalk to Bulir Jeruk





Header dengan ilustrasi unik bertema jeruk menyambut saya saat pertama kali mengunjungi www.bulirjeruk.com. Blog dengan tagline When Every Drop Has A Story ini milik Lidha Maul, seorang Blogger Balikpapan yang  menyukai alam dan senang berkebun. Hal ini saya ketahui setelah membaca halaman About.


Bulir jeruk is my personal blog. A place to share my knowledge, hobbies and daily activities. I am interested in photography, design graphic, drawing, hand lettering and making some art projects. I love gardening and fascinated sunflowers.


Di halaman Projects, kita bisa melihat hasil karya Mbak Lidha sang penggemar ilustrasi berupa Sketch & Drawing, Hand Lettering & Typography, Illustration & Design, Book Cover, dsb. Bagus-bagus loh! Favorit saya sih gambar ilustrasinya yang berwarna. Cocok untuk ilustrasi buku cerita anak-anak. Hehehe..


Sementara itu di halaman Portfolio, kita bisa melihat pencapaian Mbak Lidha di bidang desain, penulisan karya fiksi serta non fiksi, juga prestasinya dalam dunia blogging yang memenangkan beberapa event giveaways.


Desain blognya sangat rapi. Di sidebar kanan, kita bisa menemukan kategori postingan yang terdiri dari Artwork, BePreneur, Gardening, Blogging Time, Figur, Traveling, Chitchat, dan Review.


Postingan yang menarik perhatian saya adalah yang berjudul Guru Apalah-Apalah. Di postingan berseri ini Mbak Lidha menceritakan pengalamannya sebagai guru di sebuah SMA swasta yang sebagian murid-muridnya berperilaku ‘di luar dugaan’. Penasaran gak siy? Langsung ke postingannya deh. Meski demikian ia tetap berusaha bijak menyikapi dan mengerti murid-muridnya. 


Berhubung ia suka berkebun, saya juga sempat intip postingan tentang tanaman murbeinya yang berbuah. Saya baru tahu loh murbei itu bentuknya seperti itu. Hahaha *gak gaul*. 
 
Sumber: www.bulirjeruk.com
Apakah karena memang tanaman itu tidak banyak ditemukan di sembarang tempat ya? Saya jadi penasaran. Saya pecinta buah dan belum pernah sama sekali mencicipi murbei. Di mana ya saya bisa mendapatkannya? Minta dikirimi sama Mbak Lidha aja apa? Heuheu


Selain membuat desain dan berkebun, kegiatan lain yang digemari Mbak Lidha adalah menulis. Tentu saja, bagi yang sudah membaca portfolionya pastilah tidak akan meragukan kualitas menulis Mbak Lidha. Seperti yang tertera dalam blognya, 


"Menulis itu menyepikan diri dan entah bagaimana saya merasa ditemani. Saya menghargai kekosongan yang ada. Kekosongan yang tidak membunuh. Kekosongan yang justru menghidupkan dan bertumbuh."


Uwow! Dahsyat ya quotenya. Hehehe..



Anyway, meskipun Mbak Lidha menuliskan bahwa 3 tema besar blognya adalah Artwork, Gardening, dan BePreneur, saya paling suka dengan postingan kategori Chitchat. Mungkin karena saya sendiri blogger yang suka curhat dan nulis random


Salah satu postingan dalam kategori ini berjudul Cinta Pertama, GerhanaMatahari, dan Rumah Baru. Hayo, apa coba hubungan dari 3 hal yang tampak tidak berhubungan itu? Mbak Lidha bisa loh menghubungkan ketiganya dalam postingan ini. Bahkan beliau memberi tantangan untuk para pembaca membuat 1 kalimat yang mengandung 3 frasa itu. Wuah, bagus nih untuk mancing kreatifitas!


Sayang deadline-nya sudah lewat beberapa bulan lalu. Padahal kalau saya baca postingan ini dari dulu, pastilah saya ikutan. Saya akan membuat kalimat seperti ini,


Saat GERHANA MATAHARI, CINTA PERTAMAku dan teman-temannya melaksanakan sholat gerhana di mesjid dekat RUMAH BARU ku .



Wuakakakakak.. *ngarang abis



Yuk ah yang mau cari inspirasi desain, mau lihat tanaman-tanaman yang menyegarkan mata, dan refreshing dengan blogwalking, langsung cus aja ke www.bulirjeruk.com.

Jumat, 20 Mei 2016

Cara Mudah Memadukan Hijab dengan Busana Agar Tampil Lebih Menarik

Memadukan hijab dan busana yang tengah dipakai merupakan salah satu hal yang perlu dijadikan catatan penting bagi setiap perempuan berhijab. Terlebih saat ini sebentar lagi kita akan mendekati bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri dimana akan banyak sekali kegiatan keagamaan yang akan diikuti. Ada banyak sekali jenis trend hijab lebaran di hijup.com yang kini dipasarkan baik secara konvensional maupun secara online sehingga setiap perempuan bisa menyesuaikannya untuk berbagai kebutuhan atau keperluan. Berikut ini akan saya paparkan cara mudah dalam memadukan jenis kerudung dengan busana yang tengah dikenakan agar penampilan bisa jauh lebih modis:

1 . Memilih Motif dan Aksesoris
Bagi sebagian perempuan, mengenakan kerudung maupun  busana dengan berbagai motif cantik bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri serta meningkatkan kesan modis pada penampilan. Akan tetapi ada hal yang perlu dijadikan catatan bahwa mengenakan kerudung bermotif akan tampak tidak serasi jika dipadukan dengan busana yang bermotif juga. Usahakanlah untuk tidak mengenakan busana yang bermotif jika mengenakan kerudung bermotif karena akan menimbulkan kesan terlalu ramai. Akan tetapi jika tetap ingin mengenakannya, pilihalah jenis motif yang kecil. Untuk aksesoris anda bisa mengenakan beberapa aksesoris yang tampak lebih anggun dan serasi dengan kerudung.

2 . Memilih Warna
Untuk warna, yang perlu dijadikan catatan adalah anda tidak perlu memakai warna yang sama antara kerudung dan busana yang dikenakan. Akan tetapi pilihlah warna yang berbeda akan tetapi serasi jika dipakai. Hal ini mampu membantu setiap perempuan agar busana yang dikenakan dapat tampil lebih modis dan cantik. Ada banyak sekali warna yang bisa anda jadikan pilihan untuk berbagai kegiatan baik formal maupun semi formal.

Kini bagi setiap perempuan yang tengah mencari trend hijab lebaran terbaru bisa langsung mengunjungi toko online yang menawarkan kerudung dan busana muslim berkualitas terbaik yaitu hijup.com.di sana terdapat aneka jenis kerudung yang saat ini tengah populer dikalangan masyarakat. Selain itu, koleksi busana maupun kerudung yang ditawarkan merupakan kategori produk berkualitas terbaik rancangan dari desainer terkenal Indonesia.

Jumat, 13 Mei 2016

Blogwalk to IpehAlena.Com

Awal Mei ini jadwalnya untuk mengintip rumah maya seorang Blogger Bekasi Ipeh Alena yang beralamat di IpehAlena.com.


Saat pertama kali mengakses blog Mbak Ipeh melalui hape, halaman About Me dan menu lainnya kok ga bisa diklik ya? Kesalahan di hape saya atau di blognya Mbak Ipeh? Ah sudahlah. Untunglah saat saya buka melalui laptop, tak ada masalah dalam mengakses menu-menunya. 

Blog dengan nuansa putih dan soft pink ini ber-tagline Love to Learn. Setelah saya baca beberapa postingannya, banyak yang berisi tentang hal-hal yang ia pelajari. Pas banget berarti tagline nya ya, gak kayak blog saya, apaan tuh tagline ma isi gak nyambung *plak

Halaman About Me adalah halaman yang wajib dibaca. Ya dong, biar kenal seluk beluknya toh. Berikut deskripsi tentang dirinya di paragraf pertama:


Seorang wanita berusia dua puluhan sekian, Love to Learning, Blogger, Bookaholic, Movie Mania, yang menjadikan waktu luang untuk menulis, suka dengan perkembangan terbaru, gemar oprek gadget dan aplikasinya, senang belanja, Dan Ramah Senyuman. 

hmm.. beberapa ada kesamaanya nih sama saya. Saya juga suka belajar, baca, nonton film, nulis.. cuma gak rajin aja. Hahahaha
bedanya saya ga suka oprek gadget dan ga hobi belanja :D



Bagi saya halaman About Me di blog Mbak Ipeh benar-benar memberikan deskripsi sangat jelas tentang isi blognya. Mulai dari topik-topik yang paling sering ia bahas, juga challenges menulis yang ia ikuti. Karya tulisnya dalam beberapa antologi juga ia cantumkan. Hanya satu yang kurang, tidak ada foto. Sungguh misterius sekali movie reviewer yang satu ini.


Mengobrak abrik beberapa postingannya, jujur saya suka sekali dengan gaya menulisnya. Saya juga suka karena banyak informasi dan hal-hal baru yang saya dapat.

Misalnya dari postingan terbarunya tentang 8 Pelajaran Berharga dari Robin Williams. Sangat informatif bagi saya yang lumayan kudet soal film. Saya pernah nonton beberapa film Robin Williams dan beliau memang aktor yang luar biasa. Favorit saya adalah Mrs. Doubtfire. Eh tapi kok ga ada di list ya? Haha

Selain film, Mbak Ipeh juga suka membahas berbagai aplikasi Android. Salah satunya dalam postingan tentang 5 aplikasi wajib di Android. Mbak Ipeh menuliskan 5 aplikasi itu adalah Anti Virus, Instagram, Alquran, Mobile Banking, dan Waze. 
Hmm.. kok Facebook ga masuk list Mbak? 
(emangnya kamu, Sinta, tiap hari facebookan mulu. Ckckck)

Mbak Ipeh ternyata juga seorang book addict. Buku-buku yang sudah ia baca, ia tuliskan reviewnya dalam blog terpisah yaitu bacaanipeh.web.id. Isi reviewnya bagi saya luar biasa. Luar biasa detail, maksudnya. Reviewnya bisa sangat panjang. Saya pribadi belum bisa menulis review selengkap dan seinformatif Mbak Ipeh. Ah, Mbak Ipeh keren banget.

Balik lagi ke IpehAlena.com

Mbak Ipeh yang aktif di Klub Buku Bekasi juga sering menulis postingan tentang kegiatan dan pengalamannya dengan label Kabar Komunitas. Tulisan-tulisannya membuat saya jadi teringat bahwa berkomunitas adalah sesuatu yang penting. Bukan hanya karena menambah jaringan pertemanan, namun juga menambah wawasan dan ilmu.

Kalau kamu suka film dan buku, jalan-jalan deh ke blognya Mbak Ipeh ini. Siapa tahu kamu nemu rekomendasi film dan buku yang belum pernah kamu tonton/baca. 

Buat yang punya Android tapi bingung mau download aplikasi apa aja? boleh juga cari inspirasi di sana. 

Selamat blogwalking ^^


Sabtu, 07 Mei 2016

Meraih 100 Juta Pertama dari Toko Online (Part 2)

Di bagian pertama saya sudah menuliskan materi dari pembicara pertama di seminar dan workshop Meraih 100 Juta Pertama dari Toko Online yaitu Mas Reza Galih. Di bagian kedua ini saya akan tulis sedikit materi dari pembicara kedua Kang Asep Saepulloh dan pembicara ketiga Pak Jaya Setiabudi.

Tapi sebelumnya ada kata-kata mutiara dari Mas Reza nih yang belum tertulis di bagian pertama. Intinya beliau bilang kalau kita mengalami kegagalan, bergeraklah terus mencari jalan hingga berhasil. Kalau diibaratkan kita sedang mencari pintu keluar, seringkali apa yang kita kira pintu keluar itu ternyata hanya jendela, sehingga kita harus mencari ke arah lain. Dalam pencarian pun tak langsung ketemu dengan pintu yang kita cari. Bisa jadi harus berkali-kali ketemu jendela lagi jendela lagi. Tapi yakinlah pintu keluar itu ada dan insya Allah pada akhirnya kita akan menemukannya selama kita tak berhenti mencoba. *tsaaah

Lanjut ya ke pembicara kedua, yaitu Kang Asep Saepulloh owner dari MukenaYumna.com

Beliau adalah lulusan S2 bidang farmasi yang pernah mencoba bisnis apotek namun gagal dan meninggalkan hutang 50 juta. Ia sempat menjadi Ahlus Seminar, artinya jadi orang yang tiap ada seminar (motivasi) selalu ia hadiri. Hehehe.. 

Sampai suatu ketika ia mengikuti pelatihan internet marketing di Yukbisnis. Beliau puas karena baginya materi pelatihan Yukbisnis isinya 'daging'. Sejak itu ia berhenti ikut seminar-seminar, namun kalau Yukbisnis ngadain training, ia usahakan selalu ikut.


Mukenanya 2 juta aja, Bun.. heuheu

Saya gak ingat apakah beliau bercerita awal mula usaha mukena. Yang pasti seperti Mas Reza Galih, Kang Asep juga promosi melalui FB Ads. Penjualannya bahkan sudah ke Hongkong, Malaysia, dan Singapura.

Berdasarkan pengalaman Kang Asep, ke depannya tren orang berbelanja melalui web akan meningkat. 

...

trus apa lagi ya?
Yang saya ingat itu aja. Maab -____-'


Lanjut ke pembicara ketiga aja yuk..
ada Pak Jaya Setiabudi, founder Yukbisnis.com yang membawakan materi tentang Brand dotcom

Pak Jaya memberi contoh sebuah sepatu Nike dengan logo berbentuk tanda centang yang legendaris.
Berapa kira-kira harga sepatu Nike? Anggap saja 1 juta ya.
Seandainya tidak ada logo tanda centang, berapa kita akan hargai sepatu itu? Anggap saja 200 ribu.
Sepatu dengan tanda centang harganya 1 juta, sepatu tanpa tanda centang harganya 200 ribu.
Jadi berapa harga tanda centangnya saja? 800 ribu . 4x lipat dari harga sepatunya saja.

Itulah kekuatan BRAND. Meningkatkan nilainya di benak konsumen.

Beliau juga bercerita contoh lain, tentang Akuisisi Susu SGM dan Penjualan Sari Husada.
Lengkapnya saya copas ni dari postingan beliau di grup facebook Juragan Forum bersama Jaya Setiabudi 

2004, Pak Budi Isman, mendapat ‘tugas’ untuk mengakuisisi Sari Husada senilai 4 triliun, dengan rincian:
1 triliun untuk Tangible Asset (Aset Fisik).
3 triliun untuk INTANGIBLE ASSET (Aset tak Kasat), yaitu Merek SGM Aktif, SGM Eksplor, Lactamil, SGM Bunda dan Vitalac.


2006, setelah melakukan pembenahan dalam manajemen dan pemasaran, masih di bawah pimpinan Pak Budi Isman, Sari Husada diakuisisi oleh Danone senilai 22 triliun, dengan rincian:
2 triliun untuk Tangible Asset (Aset Fisik).
20 triliun untuk INTANGIBLE ASSET (Aset tak Kasat), yaitu Merek SGM Aktif, SGM Eksplor, Lactamil, SGM Bunda dan Vitalac.


Pelajaran:
1. Betapa mahalnya merek (brand) suatu produk, sehingga dihargai jauh lebih tinggi dari aset fisiknya.
2. Di tangan seorang ‘maestro’ bisnis, intangible aset tersebut seperti intan yang dipoles menjadi berlian. Sehingga harganya menjadi berlipat-lipat.
3. Brand bukan hanya untuk produk, juga pribadi (personal brand). Menilai valuasi suatu perusahaan, bukan hanya dari aset fisiknya saja, juga termasuk merek dan tokoh kunci beserta tim, yang akan menjalankan perusahaan tersebut.

Meski kasus ini adalah ‘penyesalan besar’ Pak Budi Isman, karena melepas aset Indonesia ke asing, namun kita belajar banyak hal, terutama tentang pentingnya Branding dari beliau. 

“MARKETING and Selling is to build TANGIBLE Asset
Branding is to build INTANGIBLE Asset” ~ Subiakto



Jadi, membangun brand penting atau penting banget?
Buat saya sih penting banget.

Salah satu bentuk branding di dunia maya adalah dengan memiliki domain sendiri dengan nama brand kita. 

Saat kita memiliki toko online dengan nama domain berupa merek, maka produk kita akan lebih mudah ditemukan orang yang mencarinya melalui internet.

Banyak orang yang terkendala memiliki toko online karena membangun web rumit dan mahal. Karena itulah Pak Jaya membuat platform toko online Yukbisnis.com dimana orang yang gaptek sekalipun bisa punya toko online. Harganya juga terlalu murah dibanding banyaknya fitur di dalamnya. 


---


.. (insya Allah) bersambung..





Senin, 02 Mei 2016

Meraih 100 Juta Pertama dari Toko Online

Minggu, 1 Mei 2016

Pagi itu sekitar pukul 9.30 WIB, kami tiba di Telkom Corporate University, Gegerkalong Bandung. Acara belum dimulai. Di depan gedung Saraswati, tampak beberapa orang panitia dan peserta yang sedang registrasi.

Saya membayangkan masuk ke dalam membawa Kakang (18 Bulan). Toh ia sedang tidur. Kalaupun bangun, saya yakin dia ga akan nangis meraung-raung. Sayangnya dalam email konfimasi pendaftaran yang saya terima, ada pesan untuk tidak membawa balita. Untunglah Pak Yoga bersedia dan menyanggupi menjaga Kakang selama saya mengikuti seminar dan workshop Meraih 100 Juta Pertama dari Toko Online yang diadakan siswa Young Entrepreneur Acedemy (YEA) ini.

Sebenarnya saya kurang yakin dia bisa. Tapi dia bilang sudah menghubungi teman-temannya untuk membantunya menjaga Kakang. Hahahahaha.. baiklah.

Pukul 9 tepat, meskipun bala bantuan teman-teman Pak Yoga belum hadir, tapi ia mempersilakan saya masuk. Saya pun menyerahkan Kakang padanya, berharap mereka berdua baik-baik saja tanpa saya *lebay*.

---

Ruangan berkapasitas 300 orang sudah tampak ramai. Sambil menunggu, seperti kebanyakan orang saya main hape. Ada beberapa chat dari grup Line reseller Sheika Hijab. Ternyata Mbak Gita (Owner Sheika) memasukkan produk terbaru di album grup: Khimar Syaza.

Khimar Syaza | IDR 149 ribu | Contact BBM 5C869AFB/ WA 088210862289

Ada beberapa member yang bertanya, namun Mbak Gita bilang akan menjawab nanti karena ia sedang seminar.

Ow, ternyata beliau ada 3 baris persis di depan saya. Gampang nemuin karena Khimar Syaza yang beliau pake gak ada yang nyamain. Heuheu..

Saya pikir hanya suami Mbak Gita saja (Mas Reza Galih) yang akan hadir karena hanya nama Mas Reza yang tercantum sebagai salah satu pembicara dalam seminar ini. Ternyata Mbak Gita ikut menemani. Cieeh..

Acara dimulai.
Konsepnya berupa talkhow dimana para pembicara yang sudah sukses mendapatkan 100 juta pertama dari toko online berplatform Yukbisnis.com akan sharing testimoninya. Dengan moderator Mbak Ayu dari Yukbisnis, Mas Reza dari Sheika mendapat kesempatan pertama berbagi pengalamannya.

Mas Reza mengisahkan pengalaman pertamanya dalam berbisnis adalah beternak itik. Periode pertama  memasukkan 400 itik, lalu karena ada flu burung, hanya panen 15 itik. Periode kedua mencoba lagi memasukkan 200 ekor, hanya panen 30 ekor. Bisnis itik pun ditutup.

Berikutnya beliau (dan istri) mencoba bisnis kuliner berjualan cilok dan seblak. Usaha lancar selama 4 bulan pertama. Bulan kelima tutup karena ada kompetitor yang lebih unggul dari segi lokasi dan rasa. Alhamdulilah, katanya :D

Itu semua tidak membuat ia kapok mewujudkan cita-cita menjadi pengusaha. Ia lalu mengikuti Entrepreneur Camp (Ecamp), belajar bisnis langsung dari Pak Jaya Setiabudi. Ketika Pak Jaya bilang ilmu bisnis yang pertama harus dipelajari adalah pemasaran (marketing), dan betapa Internet adalah hal yang mau ga mau harus pebisnis kuasai, ia pun kepikiran untuk bisnis online.

Mas Reza kemudian bergabung dengan program reseller Yubi Juragan dimana ia mendapat ebook Yubi Affiliate dengan Facebook Marketing dan 8 Kunci Sukses Bisnis Reseller. Ia lahap semua materi dan setelah diskusi dengan seorang sahabat Ecampnya, ia belajar Facebook Ads.

Awalnya Sheika menjual produk Yubi berupa tas dan hijab. Media promosi melalui FB Ads. Ternyata promosi melalui FB Ads cukup efektif dan mendatangkan beberapa orderan.
Ia juga sempat jadi reseller mukena anak yang diproduksi Kang Asep Saepulloh (pembicara kedua dalam seminar ini).

Mukena anak laris, namun orderan menurun saat momen lebaran telah lewat.

Dengan database/nomor kontak konsumen yang telah mereka dapatkan, mereka mencari produk lain yang bisa dijual. Tercetuslah untuk menjual hijab. Mereka beli kerudung segiempat motif, kulakan di toko grosir lalu menjual retail. Lagi-lagi dengan promosi melalui Fb Ads.


Hmm panjang juga ya ceritanya, capek nih saya nulisnya *plak!

Singkat cerita, setelah berhasil menjual hijab produksi orang lain dengan FB Ads, Sheika mulai produksi sendiri. Sheika sekarang memproduksi khimar segiempat bolak-balik, khimar instan dengan pet antem, pashmina instan, aneka dress motif juga dress polos.

Omset 100 juta mah kayaknya udah lewat. WAAOOW..

---

Kalau menurut saya sih, salah satu kunci sukses beliau membesarkan Sheika adalah karena punya mentor (Jaya Setiabudi) dan patuh dengan petuah-petuah sang guru tanpa tapi tanpa nanti. Termasuk saat Pak Jaya mengajarkan bahwa bisnis itu harus punya toko online. Memang mendapatkan pembeli lewat sosmed bisa, namun sosmed fungsinya seperti pameran, untuk menarik traffic. Sementara rumahnya adalah website/toko online.

Punya website atau toko online akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada kita. Bisnis akan terlihat lebih profesional daripada mereka yang hanya pajang produk di sosmed atau marketplace.

Di Yukbisnis.com, kita bisa membuat toko online sendiri dengan mudah dan cepat.
Kalau mau nyoba versi gratisnya, boleh. Kalau mau Yubi Pro dengan fitur-fitur yang lebih lengkap, cuma bayar aktivasi 100rb dan biaya per bulan 50rb. Bisa juga pakai nama domain sendiri.
Yang kepo boleh intip langsung Yukbisnis.com

---

Setelah Sheika punya toko online, Mas Reza selalu menyertakan alamat toko online dalam setiap iklan di FB Ads. Katanya itu sangat baik karena bisa meningkatkan posisi toko online kita.

Pengalaman Mas Reza di Sheika, meski kebanyakan lead (orang yang minat beli) datang dari FB Ads, tapi konversi paling tinggi berasal dari web. Maksudnya begini: Orang yang add/invite BBM/WA Sheika karena melihat iklan di FB, dari 10 orang yang tanya-tanya, hanya sekitar 3 orang yang akhirnya benar-benar beli. Sementara mereka yang menghubungi Sheika setelah melihat-lihat produk di website, dari 10 orang yang menghubungi, 9 diantaranya benar-benar beli. Wah, jauh ya. Konversi dari Fb Ads 30%, dari toko online 90%.


Mereka yang mencari produk di website adalah mereka yang benar-benar sedang butuh produk tsb.
Karena itulah memiliki toko online sangat penting.

---

Ini kapan postingannya akan berakhir? Hahaha..

Sekian dulu deh ya.
Baru satu pembicara yang materinya saya tulis, padahal total ada empat pembicara.
Semoga sempat ya sharing materi mereka semuanya. Aamiin


---

Kakang rewel gak ya?
Saya ga tahu karena hape lowbat gak bisa nge-charge.


... (semoga) bersambung