Senin, 29 Juni 2015

Kisah Tiket Gratis yang Berakhir Dramatis

Rabu, 10 Juni 2015.

Hari itu adalah jadwal pengumuman pemenang lomba blog #TiketGratisTraveloka. Jujur saja, saya sangaaaaat berharap jadi salah satu pemenang. Bukan karena saya pengen terbang gratis. Tapi lebih karena saya belum pernah menang lomba blog. Hahahaha..

Jadi sebenarnya motivasi saya lebih karena ingin pembuktian kemampuan diri *tsah. Apalagi saya menulis dengan hati, super maksimal, dengan dosis kesabaran yang tinggi karena laptop lemot parah. Kebetulan temanya juga agak ‘galau’ dan saya rasa pengalaman hidup saya juga lumayan drama.


Mantengin twitternya Traveloka, akhirnya setelah solat maghrib saya dapat kabar gembira itu: I’m the 7th winner!

Alhamdulillah ^^
Sumber: Facebook Traveloka

Namun hal pertama yang saya pikirkan bukanlah bayangan saya dan suami dan anak terbang ke Batam seperti yang saya tulis. Enggak. Yang saya pikirkan adalah..

Bisa diuangkan gak ya?

Iya emang saya (kami) butuh duit. Siapa juga yang gak butuh? Tahu sendiri kan, sekarang dolar naik (gak ada hubungannya sih, tapi dihubungin aja biar keren). Kami sedang mengalami apa yang Vicky sebut kelabilan ekonomi.

Saya bilang ke suami kalau saya berharap hadiah itu bisa diuangkan. Saya tahu sebenarnya dia ingin sekali terbang, Tapi dia juga setuju kami butuh uang. Akhirnya saya pun mengirim email ke Traveloka untuk menanyakan apakah tiket tsb bisa diuangkan atau dipindahtangankan.

Kamis, 11 Juni 2015

Saya membaca balasan email Traveloka. Katanya hadiah tsb tidak bisa diuangkan tapi bisa digunakan oleh orang lain, yang penting pemesan tiket atas nama saya.  
Hmm.. baiklah. Bisa dijual kalau begitu. 
Saya pun lalu memutar otak, mengingat teman-teman yang kira-kira mau beli tiket Citilink gratis Pergi-Pulang semua rute untuk 2 orang ini.

Orang pertama yang berminat adalah adik laki-laki pertama saya, si Abang.  Dia mau ke Batam tanggal 22 Juni dari Jakarta bersama adik kelasnya. Haha..

Saya tidak terlalu menghiraukan tawarannya karena saya ragu dia punya uang. Wakakakak. Ya gimana, dia baru lulus SMA, magang di bisnis travel sepupu baru beberapa minggu. Plus saya dapat bocoran dari adik perempuan saya (yang juga kakaknya si Abang), Nurul, bahwa sebenarnya Nurul dan si Abang sudah booking tiket ke Batam menjelang lebaran bulan Juli mendatang. Jadi mana boleh si Abang ke Batam bulan Juni. Baiklah.

Jum’at, 12 Juni 2015

Penawaran tiket ke teman-teman belum ada yang closing. Saya juga gak tahu gimana ngejualnya dan ke siapa lagi. Saya mulai berpikir bahwa mungkin kami akan terbang. Saya ceritakan pada Bapak-Ibu mertua (saat ini saya tinggal di rumah mereka) bahwa kami insya Allah akan ke Batam. Orangtua saya di Batam pun tampak senang membayangkan cucu mereka akan datang ke sana T_T

Ah, orangtua saya tidak tahu, bahwa hadiah tersebut belum termasuk pajak bandara dan IWJR (entah apa ini), belum termasuk tiket untuk cucu mereka (2 tiket hanya untuk saya dan suami), belum termasuk transport dari Bandung ke Jakarta (Citilink belum ada rute Bandung-Batam). Begitu banyak yang perlu dibayar, dan kami tidak memiliki biaya untuk semua itu.

Ternyata mendapatkan hadiah tiket pesawat gratis tidak otomatis membuat kami langsung bisa terbang..


Sabtu, 13 Juni 2015

Nurul nge-Line. Katanya dia tiba-tiba berminat. Huahahahaha..

Dia memang hobi travelling. Dan meskipun saya tahu dia lagi bokek, saya sulit menolaknya. Dia adik yang amat sangat teramat baik pada saya. Seandainya saya bisa ngasih tuh tiket secara cuma-cuma, saya akan berikan padanya tanpa syarat apapun. Sayangnya saya sedang butuh duit.

Jalan tengahnya, saya jual di harga yang dia minta. Dicicil berapa kali terserah dia (saya sih pengennya tiap saya butuh duit dia bisa transfer :p).

Kami sempat galau karena khawatir orangtua saya kecewa karena cucunya gak jadi ke Batam. Untunglah Nurul bisa bernegosiasi sekalian minta izin orangtua untuk travelling.
Tapi sebenarnya si Nurul juga masih bingung mau kemana. Pilihannya antara Medan atau Makassar. Ia berencana pergi dengan seseorang.

Minggu, 14 Juni 2015

Nurul mengabarkan kalau dia ada konflik dengan travelmate-nya. Duh! 
Kemungkinan ia akan travelling sendirian. Tiiidaaaaaks!. 
Tapi ia bilang akan mencoba mengajak teman yang lain.

Saya deg-degan. Saya harap dia jadi beli 2 tiket PP itu. Saya katakan padanya bahwa ia harus memutuskan dengan cepat, karena klaim tiket gratis itu paling lambat Senin, 15 Juni 2015 pukul 08.00-10.00 WIB. Dhuaaarrr!

Saya juga bersiap-siap jika besok pagi rencana travelling Nurul masih ngegantung, saya akan booking tiket ke Batam dengan suami. 
Jangan sampai tiketnya hangus!

Senin, 15 Juni 2015

Jam 9 pagi, saya booking tiket di Traveloka untuk penumpang atas nama Nurul dan Febri, Jakarta-Medan-Jakarta, tanggal 27-29 Juni 2015.

Jam 5 sore, setelah pembayaran pajak bandara dan IWJR selesai diproses, e-ticket kami terima.

Tak lama, Nurul mentransfer sejumlah uang ke rekening saya sebagai cicilan pertama tiketnya.


___



Minggu, 28 Juni 2015

Suami mempublish foto ini di Facebooknya.

 Jualan es buah dan pisang ijo, dengan modal dari penjualan tiket.
Alhamdulillah menghasilkan...



Senin, 29 Juni 2015
Nurul mempublish foto ini di Facebooknya.

Di depan masjid Baiturrahman, Nanggroe Aceh Darussalam

 Tiketnya ke Medan kenapa mereka nyampenya ke Banda Aceh? *garuk-garuk pala
Ah, dasar traveller!


___


Teruntuk papa dan mama, 
Sinta mohon maaf sebesar-besarnya karena Ramadhan dan Lebaran tahun ini Sinta belum bisa berkumpul dengan keluarga di Batam.
Sinta mohon maaf karena sudah memupuskan harapan papa dan mama untuk bertemu dengan Kakang saat ini..

Teruntuk Traveloka dan Citilink, terimakasih banyak untuk hadiahnya. 
Saya senaaaang sekali.
Tanpa mengurangi rasa hormat, saya mohon maaf karena saya belum dapat terbang. Namun insya Allah tiketnya bermanfaat untuk adik saya..

Teruntuk adikku Nurul,
I hope you had some fun there. Sempat terpikir, sebenarnya kamu beli tiket itu karena emang beneran pengen travelling atau pengen bantu aku? Apapun itu aku sangat berterimakasih. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan kebaikan yang lebih banyak, mempertemukanmu dengan jodohmu segera. Aamiiin ya Rabb Aamiiin..

Teruntuk kekasihku,
Aku mohon maaf belum bisa mengajakmu ke rumah orangtuaku. Semoga suatu hari nanti Allah mengizinkan.
Tak apa belum berkesempatan terbang, bukankah yang terpenting cintaku padamu tidak berkurang?
*eeaaaa

Apa kita terbang pakai balon gas aja, Yang?
 Sumber : wallpapersdb.org




  






15 komentar:

  1. Waah mbak sinta sesuatu bangeet.....
    Dari tulisannya aja udah keliatan bahwa gerak pena mbak sinta patut dihadiahi tiket gratis ...
    Salam kenal yaa mba sintamilia^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, salam kenal juga..

      terimakasih sudah mampir :)

      Hapus
  2. wah kak.. kok aku ikut terhanyut sama cerita kedramatisan tiket citylink ini yang akhirnya terjual juga sama kak nurul. semoga lebaran tahun depan kakak dan keluarga bs berkumpul brsama orang tua di Batam. :)

    oh iya kak, bisa minta folbacknya? :)

    BalasHapus
  3. Ciiieeee cieeee cieee....
    mau dong dapet tiket gratisnya...
    heheheh :D

    BalasHapus
  4. Hmm saya jarang lo mbak dapat tiket gratisan, ahi hi hi.
    Tapi kalau dikasih mah ya diambil kan lumayan gak keluar duit.

    BalasHapus
  5. wahhhhhhhhhhhh keren... tapi ngga berakhir dramatis dong kak :)

    BalasHapus
  6. Haaaaaaaaaaaaa tiket gratis???
    Mauuuuuuuu.....

    *guling-guling di tanah

    ._. pengen banget deh ke Aceh. Aku belom pernah :( sedih amat idup gue... udah ngunjungin beberapa blog, pada bahas Aceh... huhuhuhu..

    BalasHapus
  7. Ini sih drama berakhir bahagia jadinya ya mbak Sinta.. #setidaknyamenurutku.. Salam kenal mbak

    BalasHapus
  8. gimana rasanya dapet tiket gratis, walaupun kejadiannya rada bikin deg-deg plas...tapi akhirnya bikin bahagia juga kan

    BalasHapus
  9. Ya memang begitulah, walau gratis tetap harus punya bekal lebih persediaan uang jajan dan yang lainnya.
    Kenapa tidak dijual ke aku saja, dijamin aku juga tidak punya duit. Dikasih gratispun aku juga tidak sanggup :D
    Untung punya teman baik ya ? sehingga bisa untuk modal usaha.

    BalasHapus
  10. aku juga mau tiket gratis x''D wkwkkw

    BalasHapus
  11. Waaaah...
    Tiket gratis niih...
    Walaupun masih perlu dana buat ini itu, tapi kan tetep aja meringankan beban perjalanan kan??
    Jadi kepingin juga.
    :D

    BalasHapus
  12. haha akhirnya happy ending gitu ya teh.
    jadi kepengen dapet free ticket :(

    BalasHapus
  13. Gratis sih tapi tak semuanya gratis, asyiknya jalan-jalan
    haduh kapan ya kesampaian keinginan ini
    hehe

    BalasHapus