Sabtu, 03 Oktober 2015

Perbedaan Kita : Beda Level

Dulu, aku ingin sekali menolakmu dengan alasan..
..kita beda level.


Jenjang pendidikanku lebih tinggi dari pendidikanmu.
Gajiku lebih besar daripada gajimu. Kamu bahkan sempat jadi pengangguran waktu itu.
Aku punya sedikit harta benda dari orangtuaku. Kamu? Sama sekali tak punya apa-apa.
Keluargaku berkecukupan. Keluargamu pas-pasan.
Keluargaku agamis. Keluargamu tidak.

Beda level!

Tapi, kututup mulutku rapat dari menyombongkan semua itu.
Karena jauh di lubuk hatiku, aku tahu semua kelebihanku dan keluargaku semata-mata adalah ketentuan-Nya dan takdir-Nya.
Di mata-Nya, itu semua tak ada makna.
Semua manusia sama, hanya ketakwaan yang membedakannya.

Maka kulepas jubah kesombonganku,
Dan kuterima lamaranmu.

Setelah menikah, banyak hal yang membuktikan bahwa kita memang “beda level”.

Kamu rapi. Aku berantakan.
Kamu berhati-hati menjaga barang. Aku serampangan.
Kamu cekatan. Aku lamban.
Kamu mengaji setiap hari. Aku kadang-kadang.
Kamu bertanggungjawab. Sementara aku ingin kabur diam-diam setelah tak sengaja  memecahkan kaca jendela kosan.

Beda level!

Sampai saat ini..
Saat aku sudah resign dan tidak menerima gaji lagi,
Saat ijazahku belum kugunakan mencari kerja lagi,
Kamulah tulang punggung yang sejati.

Saat perekonomian memburuk, menimpa semua orang termasuk kita dan keluargaku,
Keluargamu yang kusebut pas-pasan dan kurang agamis inilah yang justru banyak membantu kita.

Hari ini aku bersyukur dan mengambil pelajaran,
Bahwa KESOMBONGAN memang selayaknya harus DIBUNGKAM!

10 komentar:

  1. Eh kenapa ya, aku kok malah nangis baca ini. Hiks... makasih sudah diingatkan, Sinta. :')

    BalasHapus
  2. Kita diajarkan untuk tidak sombong ya Mak :)

    BalasHapus
  3. mungkin keluargaku juga dulunya digitukan tapi Dia memang Maha Pemutar Balikkan Hati dan Kenyataan,, btw selamat buat domain barunya.. yeeeyy... minum-minum.. #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk minum-minum.. di rumah masing-masing. hehehe

      Hapus
  4. Biasanya yg terlihat lebih rendah ternyata justru jauuuhh lebih hebat di dalamnya. Semoga kita selalu terhindar dr kesombongan ya...

    BalasHapus