Sabtu, 20 Februari 2016

7 Lokasi di Bandung yang Menyimpan Kenangan Romantis

lokasi bandung romantis


OMG.. saya tidak menyangka akan mengenang Bandung se-baper ini. Hiks. Saya pikir setelah bekerja di Bandung dan berjodoh dengan orang yang bekerja di Bandung, saya akan tinggal di Bandung selama-lamanya, jadi ga akan galau mengenang The Unforgettable Bandung saat ini.

Nyatanya beberapa bulan terakhir saya tinggal di Sumedang sampai batas waktu yang belum ditentukan. Harap maklum kalau kadang-kadang dalam pikiran saya terbersit sebuah tanya, "Ya Allah, kapankah hamba ke Bandung lagi? Hamba pengen ke Bandung ya Allah. Pengeeeeen banget..."
*kemudian menangis di bawah shower
*padahal ga punya shower



Saya ingat, dulu waktu saya masih alay, halaman About Me di blog ini ada kalimat yang menjelaskan tempat tinggal saya yang berpindah-pindah,
Bandung - Purwokerto - Bandung - Lhokseumawe - Bandung -Jatinangor - Bandung.
Kemanapun aku pergi, Bandung adalah tempat aku pulang.
Iya, segitu relate dan cintanya saya sama Bandung, saya yakin masa depan saya ada di Bandung *naon seh

Okelah daripada pembukaannya makin ngalor ngidul, langsung aja yuk simak beberapa lokasi di Bandung yang kalau saya ingat-ingat, bikin saya senyam-senyum sendiri karena pengalaman romantismenya *eeaaaa.

1. Zoe Cafe & Library
Zoe ini adalah sebuah kafe sekaligus tempat penyewaan buku dan majalah. Lokasinya di Jl Pager Gunung No 3, dekat Universitas Padjadjaran Jl Dipatiukur. Di sinilah saya dan seorang laki-laki bernama Yoga pertama kali bertemu dan berkenalan. Cerita pertemuan kami pada Januari 2012 lalu itu sudah saya tulis di notes Facebook. Siapa sangka dari perkenalan itu berlanjut ke pelaminan? *cieeh

Ini waktu pertama kali ke Zoe lagi setelah punya anak :')

2. Rumah Makan Dago Panyawangan
RM Dago Panyawangan adalah sebuah restoran khas sunda di. Jl. Ir.H. Djuanda. no 127, tak jauh dari kampus ITB. 

Sumber : Sebandung.com
Pada akhir tahun 2012, orangtua saya yang tinggal di Batam datang ke Bandung. Berhubung orangtua saya jarang ke Bandung, Pak Yoga lalu mengambil kesempatan mengundang saya dan orangtua saya untuk makan malam dan di sana ia ngomong ke ayah saya kalau dia berniat menikahi saya. Aaaaaaaakk *melting

Sebelumnya memang kami sempat pacaran putus nyambung selama beberapa bulan. Saya beneran gak nyangka dia cepat sekali melamar saya. Padahal kan kenal aja belum setahun. Tapi yah, mungkin itu namanya jodoh :D
 

3. Kawah Putih, Ciwidey
Saya pernah curhat di blog tentang salah satu destinasi impian saya: Kawah Putih, Ciwidey. Kawah Putih tampak indah sekali di film Heart. Hahaha.. Jadilah saya mupeng. Saya sudah lama tinggal di Bandung tapi belum pernah ke Kawah Putih! Sedih kan? 

Bulan Mei 2013, Pak Yoga yang sudah membaca postingan blog itu lalu mengajak saya ke Kawah Putih. Wuaaaaah, senangnya!


Pose duluuu


ALERT!  
Tidak seperti 3 lokasi di atas, 4 lokasi di bawah ini bukan tempat umum jadi gak bisa dikunjungi ya :p 

4. Taman Kopo Indah
Ini adalah komplek tempat tinggal Uwak Tuti, kakak sulung dari ibu saya. 
Berhubung orangtua saya gak punya rumah di Bandung, saat Pak Yoga mau melamar dengan keluarga besarnya dari Sumedang, dipilihlah rumah Uwak Tuti ini sebagai tempat acara. 

Sayang banget foto-foto dokumentasinya hilang entah kemana.Tapi sudahlah, yang penting acara lamaran resmi di bulan Juni 2013 itu berjalan lancar ^^
 

5. Kosan Jalaprang
Setelah menikah pada bulan Oktober 2013, kami tinggal di sebuah kosan di Jl Jalaprang, Sukaluyu. Ke sana cuma bawa baju dan peralatan mandi karena di kosan itu sudah ada fasilitas kasur, lemari, dapur dan kamar mandi umum.
Kasurnya ukuran single jadi yah.. syukuri saja jadi tidurnya ga bisa jauh-jauh. Hwkwkwkwk

Belum lama ngekos di sana, ada insiden yang menyebabkan tagihan air membengkak. Bukan salah kami, tapi pemilik kosan membebankan tagihan itu pada kami. Langsung Pak Yoga memutuskan pindah saat itu juga. Ckckck

6. Pondok Bugis
Per Maret 2014, kami tinggal di Pondok Bugis, sebuah kos-kosan di Jl Cimuncang. Dibanding kosan Jalaprang, kamar di Pondok Bugis jauh lebih luas dengan ventilasi udara dan pencahayaan yang lebih baik. Ada kamar mandi dalam. 

Kekurangan Pondok Bugis adalah isinya yang kosong melompong. Jadilah kami membeli kasur pertama kami yang berukuran Queen *asik!*, peralatan makan, sampai beli ember, gayung, dan sapu. Berasa banget deh rumah tangga baru *ehem*

Di sini gak ada dapur jadi saya ga pernah masak. Yeay! *loh

7. Rumah di Jl Gagak 
Baru pindah ke Pondok Bugis, saya dinyatakan hamil. Merasa kos-kosan kurang kondusif untuk membesarkan bayi *ya iyalah*, beberapa bulan kemudian kami pun menyewa rumah untuk pertama kalinya.

Rumah itu di Jl Gagak, sekitar 10 menit (kalau naik motor) ke Gedung Sate. Rumah kami kecil, namun berlantai dua, dengan tiga kamar. Salah satu kamarnya kami fungsikan sebagai gudang. Perabotan yang kami miliki pun bertambah: kasur (lagi), karpet, kipas angin, hingga kompor dan peralatan masak.

Setelah melahirkan di klinik bersalin, ke rumah inilah saya (dan bayi kami) pulang. Di rumah inilah saya pertama kali terbangun tengah malam untuk menyusui dan atau mengganti popok. Pertama kali memandikan bayi, sampai pertama kali bikin MPASI homemade.

Mungkin karena inilah rumah itu terasa spesial. Banyak hal-hal baru yang saya alami di sana. Tempat awal saya 'bertualang' menjadi seorang ibu. Seru!

Rumah di Jl Gagak juga jadi tempat PakYoga belajar jadi ayah baru

Sekarang kami sudah meninggalkan rumah di Jl Gagak. Saya dan Kakang (sekarang 16 bulan) tinggal di rumah mertua di Sumedang. Pak Yoga menyewa kosan di tempat lain, masih di Bandung. Tiap weekend ia menemui kami.

Saya berharap semoga Allah berkenan menakdirkan kami kembali ke Bandung, bersama suami menciptakan romantisme setiap hari, di berbagai tempat yang kami singgahi.

Melupakan Bandung? Tak mungkin aku mampu.
Karena di sanalah hati dan pikiranku tertuju.

Tulisan ini diikutsertakan dalam NiaHaryanto1stGiveaway : The Unforgettable Bandung


5 komentar:

  1. Kadang saya juga pingin napak tilas ke tempat yang emnyimpan kenangan, salah satu tempat di Bandung juga menjadi tempat paling berkesan antara dia yang dulu bukan terdekat sekarang menajdi orang paing dekat..hihii

    BalasHapus
  2. Siiin, jangan lupa tempat-tempat dulu kita suka bikin film termasuk Cobek. Itu romantis lho, hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha.. Cobek ya...
      Cuma inget Taman Lansia, Gedung Pos, dan GOR apa tuh yang adegan tarik tambang p*tng susu :))

      Hapus
  3. Semoga impiannya untuk bisa segera berkumpul di Bandung terwujud. Makasih ya sudah ikutan GA saya. :)

    BalasHapus