Rabu, 24 Februari 2016

Mendapatkan Pembeli Pertama dari Instagram

Saya pernah baca tips tentang blogging, katanya blog gado-gado macam saya punya ini idealnya posting topik tertentu di hari-hari tertentu. Awalnya saya coba tiap sabtu posting topik married life & relationship dengan hashtag #SaturdayLove. Masih bolong-bolong sih, tapi saya suka dan insya Allah akan tetap saya lanjutkan.

Per Pebruari ini saya mau coba juga #RabuBaru. Ngebahas tentang everything new, berita terbaru yang jadi trending topics, juga first experience alias pengalaman apapun yang baru pertama kali saya alami. Rabu lalu saya posting tentang Gajah Depa Waterplay, dimana itu pertama kalinya saya berenang lagi sejak... entahlah. Mungkin terakhir kali saya berenang tuh waktu SMP.

Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman pertama saya mendapatkan pembeli dari OLShop saya. Isinya bukan tips. Tapi semoga ada ilmu yang bisa diambil yah. Hehehe..



Pertama kali saya buat Rumah Sakinah itu sebagai Facebook Page. Kalau tidak salah, dibuat tanggal 14 Juli 2014. Alhamdulillah, sampai hari ini 23 Pebruari 2106, total yang nge-like 140 orang dan GAK ADA SATUPUN YANG BELI. Hahahahahaha.. *ketawa pahit
Padahal (menurut saya) fotonya cukup bagus. Kualitas produknya juga oke. Ada kerudung anak, kerudung dewasa, mukena cantik, sampai buku Kesebelasan Gen Halilintar.

Mengapa oooh mengapa ya Allah....?

Saya ngaku memang saya belum tahu banyak soal bisnis online. Saya bisanya cuma upload produk, isi deskripsi produk, invite friends to like the page, dan menunggu. Menunggu pembeli yang tak pernah datang.
*backsound suara jangkrik

Eh saya juga pernah loh ngiklan di FB. Tapi mungkin karena trial and error tanpa ilmu yang cukup, hasilnya ga ada.

Sampai kemudian terjadi sesuatu yang menyebabkan hubungan saya dengan supplier terputus. Belum ada komunikasi lagi. Mungkin nanti bisa saya coba hubungi lagi namun sementara ini dunia bisnis online saya pun semakin krik.. krik.. krik.. *suara jangkrik di malam nan sepi*

Meski belum 'pecah telor', keinginan saya untuk jualan online tetap berkibar *tsah*. Saya pernah baca cerita tentang Zanana Chips (keripik pisang) dan Voria Socks (kaus kaki) yang meraup sukses dengan berjualan di Instagram. Saya pun lalu berniat suatu hari nanti ingin coba berjualan di Instagram. Kenapa suatu hari nanti? Karena saat itu HP saya 'canggih' banget ga ada Instagramnya cyiiin. Syedih.

Akhir Januari lalu datanglah rezeki Allah itu: sebuah smartphone dimana saya bisa download Instagram. Tanpa membuang waktu, saya buat akun Rumah_Sakinah. Saya juga download BBM, WA dan Line sebagai jalur komunikasi dengan supplier dan konsumen.

Baca: Welcoming My New Andromax Es From Moxy

Berhubung supplier lama belum ada respon, saya coba cari supplier baru. Untuk jualan online (apalagi di Instagram), FOTO PRODUK YANG BAGUS adalah mutlak. Syarat kedua saat mencari supplier adalah, mereka harus FAST RESPON, terutama jika model  bisnis kita adalah dropship. Untunglah untuk produk hijab saya mendapatkannya. Alhamdulillah.. ^^

Saya pun mulai posting di Instagram. Di Facebook Page posting juga sih, tapi ternyata orang-orang yang menghubungi saya semuanya tahu nomor kontak saya dari Instagram. Dan saya terharu saya satu persatu orang yang menghubungi saya mulai memesan dan transfer uang.

Maaaak.. anakmu 'pecah telor' ni Maaaak!*norak*

Maafkanlah saya yang norak ini. Bayangin aja, satu setengah tahun mencoba jualan online dan sekarang baru dapet pembeli? Dari jaman saya hamil sampai anak saya sekarang usianya 1 tahun? Terharu laaah. Apalagi mereka yang beli ini bukan dari kalangan keluarga/teman/sahabat, melainkan orang asing yang gak saya kenal dan gak kenal saya. Sungguh saya mendapatkan kepercayaan yang begitu mahal. Terimakasih ya :')

Gimana sih caranya kok bisa dapat pembeli? Saya juga jualan di Instagram tapi belum ada yang laku nih. Hiks. Bagi tipsnya dong!


Ada yang punya pertanyaan yang sama?
kalau ya, mohon maaf saya musti jawab... Wallahu A'lam. Cuma Allah yang tahu.
Iyaaaa saya sendiri gak tahu kok jualan di FB gak laku, di Instagram laku.

Tapi kalau mau tahu, saya bisa sebutkan apa yang saya lakukan di Instagram:

1. Posting foto yang paling bagus.

Cantik!

2. Caption sebisa mungkin lengkap dan menarik.
Untuk caption, saya copas aja dari supplier. Hahahaha.. Saya akan belajar copywriting nanti insya Allah, tapi prioritas saya saat ini adalah menambah jumlah followers. Lagipula menurut saya kalimat promo dari supplier sudah cukup bagus.

3. Pakai hashtag yang relevan sebanyak mungkin.
Kalau produknya termasuk murah, mesti dimasukin tuh kata. Contoh: #jualkhimarmurah #jualgamismurah #jualdressmurah

4. Posting foto produk penetrasi.
Sepemahaman saya, produk penetrasi adalah produk yang mudah diterima pasar dan gampang dijual. Bisa karena paling murah, atau paling banyak dicari orang.
Fungsi produk penetrasi adalah agar menarik orang mencoba berbelanja di OL shop kita. Nanti kalau mereka puas, harapannya mereka akan belanja lagi dan bisa kita tawarkan produk lain yang mungkin lebih mahal.
Dulu saya pernah dengar sih istilah produk penetrasi. Terus lupa. Terus ingat lagi saat supplier bilang kalau mereka punya produk penetrasi, yaitu khimar segiempat bolak balik.

Harganya 48 ribu saja per pcs kakaaa.. lebih murah dari toko sebelah ^^
Hmm.. sebenarnya foto khimar itu jomplang banget yah sama foto pashmina instan di poin pertama. Tapi sebagai murid yang baik, saya nurut aja deh sama guru. Saya posting foto di atas.

Untunglah tak lama, supplier juga menyediakan beberapa foto khimar yang lebih oke:




Hasilnya...? Konsumen saya SEMUANYA beli khimar bolak-balik ini! Padahal yang saya posting kan ada yang lain juga seperti pashmina dan dress. Gapapalah, Alhamdulillah. Semoga pembelanjaan berikutnya mereka mau coba beli produk lain yang gak kalah bagus tentunya. Aamiiin..

5. Follow target pasar dan berharap folbek.
Iya, saya memang primitif sekali cara nambah follower-nya. Gak perlu mention dan komentar "Folbek ya kakaaa.." karena saya ingin mereka folbek karena suka dengan produknya, bukan karena saya ngemis minta di-follow. Saya bisa follow ratusan akun dalam sehari loh! Sampai akun saya nyaris diblokir sama Instagram. Hahaha..
Kayaknya kalau follow maksimal 300 akun dalam sehari sih aman. CMIIW.

Poin 5 itulah yang membedakan Instagram (IG) dengan Facebook Page (FP). Kalau di FP, kita hanya bisa mempromosikan halaman dengan share postingan atau invite (hanya) teman-teman. Kalau di IG, kita bisa follow lebih banyak orang. Kayak Twitter.

Demikianlah curhatan saya kali ini. Makasih ya udah baca sampai selesai. Kalau ada yang mau ngasih tips jualan di kolom komentar, monggo loh ya..

Akhir kata, cek IG kita ya Siiiiist!
Hihihi..


 

11 komentar:

  1. Saya juga lagi memulai bisnis online kecil-kecilan nih mbak. mendapat pembeli dari instagram itu ternyata lebih mudah dari sosmed lain. :)
    makasih juga atas tipsnya mbak (y)

    BalasHapus
  2. PENGEEEEEEEENNN! *cari produknya*

    BalasHapus
  3. menjual produk itu emang butuh ilmu ternyata ya, mak? aku juga terpikir buka bisnis hijab. bagi ilmunya dong, mak...hehehehe...

    BalasHapus