Minggu, 31 Maret 2019

HARTA BISA DIBAWA MATI

Itu adalah salah satu kalimat mba Muri Handayani yang saya catat, ketika beliau sharing dalam acara Gathering & 8th Anniversary Labella di Bogor 16 Maret lalu.


Berikut ini adalah catatan pribadi saya. Semoga sesuai dengan apa yang dimaksud Mba Muri dan Mba Reni (Owner Labella) saat sharing waktu itu.

Selama ini biasanya yang kita dengar adalah, “Jangan cari uang mulu, harta kan ga dibawa mati?” Siapa yang setuju kalimat itu sepertinya belum tahu bagaimana cara agar harta bisa ‘dibawa mati’.


Padahal kalau dipikir-pikir, masuk akal kok. Ketika Mba Muri bilang, “Caranya adalah mengirimkan harta itu duluan ke akhirat sebelum kita mati.”, saya langsung bisa membayangkan apa yang beliau maksud : Zakat, Sedekah, Qurban, berangkat haji dan umroh, menanggung biaya hidup orangtua yang sudah pensiun, merawat anak yatim, merekrut karyawan serta menyejahterakan mereka, dan masih banyak lagi cara yang bisa mendatangkan pahala dengan bermodalkan harta.

Kalau motivasi bisnis hanya untuk mengumpulkan harta di dunia saja, sungguh akan sangat rugi. Padahal sebagai pebisnis banyak amalan yang bisa kita jadikan ladang pahala. Misalnya:
- Menyediakan produk bagus yang memberikan solusi untuk konsumen
- Melayani konsumen hingga ia merasa senang, puas, dan terbantu
- Membuka lowongan kerja
- Membina tim pemasaran sehingga penghasilan mereka meningkat
- Menjaga amanah dari investor, supplier, dan semua pihak yang terlibat
- Dll
Mba Muri juga membuka salah satu ‘rahasia’ Labella mengapa bisa terus bertumbuh: Karena sang owner Mba Reni dan suami memiliki impian yang besar.

Kalau hanya untuk keluarga sendiri, semua kebutuhan mereka sudah terpenuhi. Tapi mereka tidak berpuas diri. Mereka sangat sadar, semakin bisnis ini membesar, semakin besar pula manfaat yang bisa diberikan pada orang-orang di sekitar mereka: karyawan, distributor, agen, sub agen, reseller, hingga konsumen.
- - -

Mba Muri kemudian meminta semua peserta menuliskan impian dan juga targetnya.
Wuaduh.. ternyata saya belum yakin sama impian saya sendiri. Saya ingin punya rumah. Kapan? Eng.. kapan ya? Kalo 3 tahun lagi mungkin gak ya? Atau 5 tahun lagi? Kelamaan gak yaa? Hahaha
Bukan saya ga yakin bahwa Allah Maha Kuasa dan ga ada yang ga mungkin. Hanya saja, saya menakar diri ini banyak keterbatasan. Ketika Mba Muri bertanya pada saya, “Berapa lama dalam sehari mengelola OLshop?” jawaban spontan saya adalah, “Tiga jam.”
Lalu saya kaget sendiri. Eh kok 3 jam ya? DIKIT AMAT. Wkwkwkwk
Tapi diinget-inget lagi, kayaknya emang segitu. Mungkin lebih tepatnya 30 menit x 6 karena saya megang hape pastilah di sela-sela urus anak, belanja, masak, cuci baju, cuci piring, ngajarin anak-anak tetangga ngaji, sampe ngajarin sepupu-sepupu kecil ngerjain PR di malam hari. Luar biyasah!
Mengelola OLshop selama 3 jam per hari tentu hasilnya akan berbeda dengan yang 30 jam per hari. “Bagaimana caranya kita bisa kerja 30 jam sehari?” demikian pertanyaan lanjutannya.
“Rekrut karyawan.”
Mba Muri membenarkan jawaban saya dan memberi penjelasan detail bagaimana dengan adanya karyawan bisa membuat jam kerja jadi lebih panjang.
Ya Allah, berikan hamba kemudahan merekrut karyawan ya Allah.. AAMIIIN

---

Begitu banyak yang disampaikan Mba Muri hari itu. Beliau juga memberi beberapa nasihat seperti:

- Dukung apapun cita-cita anak, tapi arahkan untuk jadi seseorang yang membuka lapangan kerja.
Anak mau jadi guru? Boleh. Lebih bagus lagi jadi pemilik sekolah yang merekrut para guru.
Anak mau jadi dokter? Boleh. Lebih bagus lagi jadi pemilik rumah sakit yang merekrut para dokter. Dst

- Kita harus tumbuh minimal 1% per hari. Sehingga dalam 100 hari yang konsisten bertumbuh kita akan mencapai pertumbuhan 100%

- Haji itu hukumnya wajib (saja). Bukan 'wajib jika mampu'. Jadi semangat memantaskan diri dan memampukan diri, Mak!

- Kalau mau umroh atau haji, kasih DP aja dulu, 5 juta. Biar Allah yang mengurus sisanya.


Sayangnya, waktu terasa cepat sekali waktu berlalu. Rasanya masih ingin menyerap ilmu beliau lebih banyak.
Di bagian akhir, beliau sempat memberi tips tentang menentukan keyword untuk hashtag agar produk kita di Instagram lebih mudah ditemukan calon pembeli.


Bersyukur sekali rasanya saya hadir gathering labella group. Selain mendapatkan inspirasi, motivasi, dan ilmu, saya juga bisa bertemu langsung dengan distributorku yang baik hati Mba Mita Nastaria (terima kasih untuk giftnya ), dan juga mendapat teman-teman baru.
Saya juga menikmati makanan enak, membawa pulang goodie bag berisi mukena mewah dan souvenir, juga doorprize.
Kakang pun bersenang-senang dan dua hari kemudian dia bilang, “Umi, Kakang pengen ke Bogor lagi.” HAHAHAHA
Terimakasih sudah mengundang saya ke acara keren ini. Hanya Allah yang bisa membalas.
Semoga Labella semakin sukses, berkah, berjaya, mendunia ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar