Sabtu, 12 September 2020

Proses Kreatif #JenderalJerapah #GardaGajah #LetnanLebah

Pada suatu ketika saat pandemi baru masuk Indonesia, seseorang mengirim sebuah gambar di dalam grup telegram. Tertulis di sana bahwa benda tsb anti corona. Bentuk benda tsb sangat jelek, sangat kaku, mirip bentuk kaset radio jaman dulu. Yang paling bikin shock adalah harganya : 500 ribu rupiah!

Saya pelajari fungsinya, dan saya takjub. Bagus nih idenya. Produk ini beneran bermanfaat di masa pandemi. Tapi kalo 500 ribu jelas itu mahal banget. Maka saya pun melupakannya.

 

Beberapa bulan kemudian..

Saat lagi main Instagram, saya menemukan sebuah akun yang menjual benda anti corona ini dengan bentuk yang luar biasa cantik dan konsep story telling yang sangat menarik. Saking cantiknya, saya sampai pangling dan butuh beberapa detik untuk otak saya memproses bahwa benda cute ini memiliki fungsi yang SAMA PERSIS dengan benda buruk rupa yang pernah saya lihat dulu. Harga Si Cantik pun hanya sekitar 10%-nya harga Si Jelek.

I was stunned.

Saya bener-bener ga nyangka. Rasanya kayak lihat ulat berubah jadi kupu-kupu #halah.

 

Mendadak pikiran saya berimajinasi. Dengan pola dan fungsi ini dan itu, maka sebenarnya sangat luas kesempatan untuk berkreasi.

 

Tak lama, saya menghubungi teman saya yang seorang ilustrator, Jang Shan, dan mengemukakan ide saya. Saya kirim foto Si Cantik dan saya tunjukkan pola & fungsinya. Saya screenshot beberapa ilustrasi hewan dari internet, untuk menjadi referensinya. Maka jadilah draft awal seperti ini:

 


 

Sabtu, 05 September 2020

Catatan Sharing Session YEA : Bisnis di Era New Normal

Beberapa waktu lalu, saya ikutan sharing session via Zoom yang diadakan oleh YEA Indonesia. Abisnya ada embel-embel gratis untuk alumni. Hahahaha dasar pecinta gratisan. Dan memang pesertanya banyak, hampir semuanya alumni. Sayang, YEA Batch 13 cuma aku doang yang ikutan hemmm..

Pematerinya Mas Kukuh. Diingat-ingat, kayaknya terakhir kali saya ketemu Kepsek-nya YEA ini 8 tahun lalu. Lama banget yak. Masih dengan gaya bicaranya yang kalem dan lugas, beliau sharing tentang perubahan mindset yang diperlukan saat era new normal ini.



Mungkin semua orang udah pada tahu, pandemi bikin ekonomi turun. Banyak perusahaan mem-PHK karyawan. Para pebisnis juga mengalami penurunan omzet (meskipun ada juga segelintir yang justru naik). Bagaimana kita harus menyikapinya?

Yang pertama tentunya menerima realita. Tidak denial atau menganggap remeh dengan berpikir, "Ah, paling pandeminya udahan 3-4 bulan lagi.". No, guys. Pandemi masih akan ada sampai akhir tahun 2020, sampai tahun 2021. Bahkan Mas Kukuh juga bilang bisa jadi sampe 5 tahun lagi. Wallahu 'alam.

Dengan kondisi yang banyak berubah, mau gak mau kita dituntut untuk menyesuaikan diri. 

Rabu, 26 Agustus 2020

Jual Kue Lebaran Bisa Jadi Pilihan Ibu Rumah Tangga untuk Mendapatkan Uang

 

Faktanya memang ada banyak sekali diantara wanita yang memutuskan untuk tidak lagi bekerja ngantor ketika sudah menikah, apalagi dengan kehadiran buah hati. Banyak diantaranya yang memilih fokus ke rumah tangga. Hanya saja tak jarang juga yang menyesal karena ternyata banyak waktu luang yang terbuang sia-sia selama mereka di rumah. Namun tidak perlu khawatir karena Anda bisa menyiasatinya dengan menjalankan bisnis. Sehingga lumayan akan ada income atau pemasukan untuk keluarga.

 

Sumber foto : Freepik

Kamis, 13 Agustus 2020

Hati-hati Penyakit Antraks pada Hewan Kurban

Akhir-akhir ini Kakang suka minta upgrade rumah. Alasannya, rumah yang kami tinggali ini (rumah mertua) menurutnya kurang besar. 

Zzzz..

Masih mending bisa punya tempat bernaung Kang. Abi-Umi belum punya uang nih buat beli rumah. Apalagi upgrade rumah. Heuheu

Kakang di Villa Cipedes, rumah terbesar yang pernah dia masuki. Heuheu


Ada seseorang yang bilang, kalau mau beli rumah cash itu urutannya gini (pengalaman pribadi beliau):

- Rutin nabung tiap bulan dalam bentuk logam mulia

- Selanjutnya logam mulia dikonversi jadi hewan ternak (domba/kambing/sapi)

- Biarkan hewan ternak beranak pinak yang banyak

- Jual saat menjelang Idul Adha. Panen kan. Bisa beli rumah cash deeeh


Jujur saya gak kepikiran cara seperti itu. Selama ini cuma ngebayangin kudu nabung emas sampai banyak, baru beli rumah. Atau gedein bisnis sampai profitnya stabil tiap bulan dan bisa bangun rumah sendiri pelan-pelan.

Wajar, karena pengetahuan saya soal peternakan hewan nol besar. Bisa aja sih kerjasama dengan peternakan terpercaya yang sudah ada. Cuma tetap aja kita meski paham sedikit banyak tentang hewan ternak. Betuuul?

Kalau untuk tempat beternak, pak suami pernah bilang bisa di kampung halamannya di Kuningan. Yang jagain dan ngasih makan bisa sama pamannya yang tinggal di sana. Terus saya mikir kemungkinan terburuk: kalau kena penyakit terus mati gimana?

Jumat, 07 Agustus 2020

3 Kabar Gembira Tanggal 6 Agustus 2020

Dunia sedang muram. 

Pandemi. Resesi ekonomi. Dan baru-baru ini, ledakan besar di Lebanon.

Di kehidupan personal saya saat ini, Alhamdulillah siy yang agak suram cuma jumlah saldo rekening. 

Saya harus tetap bersyukur karena masih punya tempat bernaung yang aman, masih bisa makan, masih dikaruniai kesehatan, dan masih bisa kumpul dengan keluarga. Alhamdulillah..

Sumber : The Mirror

Dan dalam situasi yang agak-agak gelap ini, ketika ada kabar gembira meskipun sederhana, haruslah ditulis agar jadi kenang-kenangan. Betul?

So, apa aja tuh 3 kabar gembira kemarin? Ini dia

Rabu, 29 Juli 2020

Blogwalking To TitisAyuningsih.com

Halo, hai, hai!

Dah lama banget ya saya ga update blog ini. Heuheu

Kali ini saya mau nulis tentang jalan-jalannya saya ke blognya Titis Ayuningsih.




Desain blognya simpel dengan background putih sederhana yang memanjakan mata. Titis memberi judul blognya Seuntai Kata dan Tulisan dengan motto di bawahnya :

No matter how you feel, get up, dress up, show up & never give up..

Itu adalah kalimat yang agak jleb di saya karena kebetulan saya bacanya pas lagi malas mode on dan mager berat. Hahahaha

Banyak topik yang Titis tulis tentang kesehariannya. Mulai dari postingan curhat hingga review beberapa tempat keren untuk dikunjungi. Ada juga beberapa tips bermanfaat seperti cara mengganti nomor HP di aplikasi Grab dan Ovo, juga solusi saat Mandiri Online terblokir.

Ngomong-ngomong soal Mandiri Online, saya pernah juga tuh terblokir. Gara-garanya, saya salah password. Terus mau saya ketik ulang passwordnya, malah appnya menganggap saya klik OK. Jadilah terblokir T_T

Waktu itu saya belum baca postingan Titis sih, jadi saya gak tau kalau masalah itu bisa diselesaikan secara online.

Saya langsung aja datang ke bank dan menemui CS. Untungnya prosesnya beneran cepet. Kayaknya 1 menit kelar deh. Kebetulan jarak dari rumah ke Bank Mandiri sini dekat. Jadi enak nyamperinnya. Cuma kalau kebetulan lagi jauh dari rumah (dan jauh dari Bank) emang paling nyaman via online aja. So, kalau kamu pengguna Mandiri Online, postingan Titis itu perlu banget dibaca.

Titis juga suka menuliskan pengalamannya jalan-jalan misalnya saat kelayapan di Semarang, Museum Macan, Museum Motomoto sampai ke Ocean Dream nyobain wahana Mola-mola Jet Spinner.

Oh ya saya sempat ngobrol-ngobrol juga nih tentang ngeblog sama Titis via WA. Simak yuk hasil obrolannya ^^

Titis sibuk apa kegiatannya sekarang selain ngeblog?

Masih kerja mbak
Masih jadi karyawan ✌🏻

Bagaimana dulu awalnya masuk dunia blogging? Ceritain douunk

Awalnya, aku mulai memberanikan diri untuk masuk komunitas blog. Ingat banget, dulu masuk komunitas blog KEB, dari situ ku mulai belajar sosialisasi, mencoba belajar berani bertemu dengan hal baru sama kawan baru. Terus rajin ikut blogwalking, eh jadi terbawa untuk update blog. Pernah update blog sehari sekali waktu itu. Sebelum ku suka nulis, ku suka puisi, nulis puisi gitu, tapi kadang kalau dibacain orang malu, pernah nulis kata-kata seperti itu. Dari komunitas satu akhirnya ku mulai merambat ke komunitas lainnya. Ikutan workshop blog dan waktu dulu setiap sabtu selalu berkelana ikutan acara blog, baik workshop ataupun event.

hooo jadi ikut komunitas dulu baru ngeblog ya

Apa manfaat yang dirasakan selama ngeblog dari dulu sampai sekarang?

Manfaatnya banyak, selain menambah networking, ku mulai terbiasa dengan orang baru. Sebagai seorang yang pendiam, dengan hadirnya blog membuatku berkelana untuk berkenalan dengan orang yang baru (berteman). Bisa mencurahkan isi hati, berbagi tips seputar sehari-hari hingga terapi bagi jiwa sendiri. Di sisi lain, pundi-pundi rupiah tak ditampik adanya. Bisa jajan dari hasil hobi yang dibayar.

Apa harapan untuk blog titisayuningsih.com ke depannya? Adakah hal yang ingin dicapai?

Harapanku sederhana, ingin update blog aja ku sudah bersyukur. Setidaknya, bertahan untuk menulis, menulis sesuai yang ku sukai, lagi perbanyak menulis yang organik, Teh hehe.

oke deeh.. tetap semangat ngeblognya yaa


Buat kamu yang lagi senggang, ayo jalan-jalan juga ke blognya Titis yaa

See ya ^^

Kamis, 23 Juli 2020

Kenapa Ragu Memulai Bisnis?

Baru-baru ini saya nanya ke Pak Suami,

Saya : Aku tuh keahliannya apa sih?

Pak suami : Nulis, jualan online.

Saya : Gitu ya..

Pak suami : Banyak tahu orang yang gak bisa jualan online.

Saya : Masa?

Pak suami : Iya. Banyak yang takut ini, takut itu. Ga tau caranya..


Saya nyaris tak percaya. Mungkin karena friendlist FB banyak emak bakulan, follow banyak mastah, grup-grup WA banyak yang jualan juga. Udah banyak juga kan konten ilmu jualan di Google, Youtube, Instagram, Podcast, bahkan Tiktok. Dengan lautan informasi itu, masak sih ada yang masih belum tahu gimana jualan online?

Sepertinya saya terkena 'kutukan pengetahuan', yaitu merasa orang lain mengetahui apa yang saya tahu, padahal banyak yang tidak tahu. Heuheu..

Pembaca blog ini ada yang merasa ragu gak ya untuk jualan online? Alasannya apa? Yuk bedah satu persatu.



Jumat, 12 Juni 2020

Jangan Jadikan Biaya sebagai Alasan untuk Tidak Investasi Ilmu


Tahun 2016 saat adik saya (bungsu dari 4 bersaudara) lulus SMA, bisa dibilang perekonomian keluarga kami ada di titik terbawah.

Papa sudah lama tidak bekerja. Tidak punya penghasilan kecuali sedikit dari uang pensiun.
Mama adalah ibu rumah tangga yang sudah menjual seluruh harta miliknya agar bisa mendukung 3 anak tertua kuliah.

Jumat, 22 Mei 2020

ANJING!



Kakang sedang main game di laptop ketika kami mendengar dia berseru, "ANJIIIIIING!"

Semua orang kaget.

"Kok Kakang ngomong gitu?" tegur saya dengan nada dibuat se-selow mungkin.

Sementara itu Abinya langsung menghampiri Kakang. Dia tidak ngomong apa-apa. Tapi sepertinya melakukan sesuatu pada Kakang yang membuat Kakang membela diri, "Ini ada anjing beneran!" dan 10 detik kemudian Kakang menangis.

"Hei, kenapa Kang? Kok malah nangis?" tanya saya.

"Aku tuh bukannya ngomong bahasa (kasar).." jawabnya sambil berderai air mata.

"Oh gitu. Heuheu.. Yah, begitulah Kang kalau di tanah Sunda. Kalau kita di Medan mah engga apa-apa."

Om nya Kakang juga tertawa dan menimpali, "Kalau di Batam, ga ada yang peduli."

"Lain kali kalau ngeliat anjing, bilang aja 'It's a dog!' gitu ya Kang.." tutupku.

---

Kata "Anjing" di tanah sunda itu unik pemaknaannya.

Kalau dikatakan oleh anak kecil, maka anak itu akan dicap tidak sopan, kurang ajar, bahkan bagi yang didikannya ekstrim, mulut si anak bisa dijejali cabe. 

Tapi kalau anak tsb laki-laki, berusia di atas 15 tahun, mengucapkan kata anjing (pada temannya, bukan pada hewan), maka itu adalah tanda keakraban. Contohnya, "Si anjing!" atau agak diperhalus jadi, "Si anying, dasar!"


Menjadi dilema bagi saya yang sehari-hari berbahasa Indonesia dan menganggap bahwa sah-sah saja kalau Kakang menyebut binatang berkaki 4 pemakan tulang ini sebagai anjing. Silakan cek di KBBI, Kakang menggunakan bahasa yang benar.

Saya memang tak pernah mempermasalahkan Kakang saat dia menyebut kata anjing, selama yang ia maksud memang hewan anjing. Toh Kakang tidak pernah mengumpat.

Yang gak boleh itu kan mengumpatnya toh?

Tapi ya sudahlah..

Pepatah bilang, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Jadi Kang, next time kamu melihat anjing, bilang aja dalam bahasa sunda "Gog-gog!" atau english sekalian ya. Heuheu


Pict by Canva



Kamis, 30 April 2020

Ketika Petugas Berpakaian APD Datang ke Rumah


“Astaghfirullahalazhim!” seru saya spontan saat menoleh ke arah teras rumah dan melihat beberapa petugas berpakaian APD dari balik kaca jendela.

Tentu saja kaget, karena itu bukan pemandangan biasa. Sebelumnya saya hanya melihat orang dengan APD di televisi, artikel berita online, atau sosmed. Sekarang mereka di depan mata!

rapid test ODP


Memang sih saya sempat dikabari kalau mereka akan datang ke rumah. Tapi ga tau persisnya tanggal berapa. Jadi ya pastinya agak shock dan deg-degan saat mereka beneran datang. Padahal bukan saya yang akan dites, melainkan adik ipar dan bapak mertua saya.

Jadi ceritanya begini..

Sabtu, 29 Februari 2020

Bagaimana Rasanya Rutin Sholat 5 Waktu? [Question From Quora]


Sebelum usia saya 17 tahun, sholat saya masih bolong-bolong. Sebenarnya keinginan saya untuk rutin menjalankan sholat 5 waktu cukup tinggi, hanya saja yang namanya kemalasan sering mendera. Heuheu 

Menginjak usia 17 tahun saya berdo'a pada Allah untuk menjaga sholat saya.

Saya berpikir, tidak mungkin mengandalkan diri sendiri. Kemalasan itu dari syaitan, dan hanya pada Allah saya bisa berlindung dari bisikan syaitan.

Kamis, 20 Februari 2020

Take care of each other. We never know.

Saya tidak pernah ngefans banget sama yang namanya artis, termasuk Ashraf dan BCL.

Tapi harus saya akui, Ashraf cukup tampan dan saya kagum saat dia bisa menghilangkan aksen Malaysianya saat berakting di sinetron Indonesia. Terhadap BCL saya pun salut dengannya yang fokus serta produktif berkarya (terutama film) dan tidak pernah mencari sensasi.

Mungkin yang bikin mata saya berkaca-kaca setiap baca atau nonton berita tentang meninggalnya Ashraf adalah karena saya merasa relate dengan mereka sebagai pasangan, sebagai keluarga.

Dengan mudah saya bisa memposisikan diri ada di posisi BCL.

Jumat, 14 Februari 2020

Rasanya Dapat Gaji 1 Juta Per Bulan [Question From Quora]

Pertanyaan ini tidak khusus ditujukan untuk saya sih. Kebetulan nemu aja di timeline Quora. Banyak loh yang jawab. 50 orang lebih. Wew  Berarti banyak juga ya yang gajinya masih minim :(


Saya pun teringat kalau saya pernah juga digaji sekitar segitu. Saya ceritain nih 2 diantaranya yaaa





Selasa, 11 Februari 2020

[Question From Quora] Seperti Apa Pasanganmu?

Saya ga ngerti deh kok kayaknya berat banget ni tangan diajak ngeblog. Apa karena udah kelamaan hiatus? Hiks

Meski begitu, saya ingin tetap ngeblog. 

Salah satu caranya, saya ingin coba jawab pertanyaan dari Quora deh. Setidaknya ada kalimat yang bisa jadi trigger nulis.

Baiklah.

Pertanyaan pertama dari Quora yang akan saya jawab di blog ini adalah..





Rabu, 22 Januari 2020

Hidup Tanpa TV

"Aku sedih ga bisa nonton TV," begitu kata Kakang  (5 tahun 3 bulan).


Ini hari ketiga Kakang tidak nonton TV karena TV rumah rusak.

Saya sedih sih lihat dia sedih. Tapi sebenarnya hati saya senang banget, karena hidup tanpa TV adalah lifestyle impian saya sejak jaman kuliah.

Buat saya pribadi, TV ga ada faedahnya. Satu-satunya manfaat yang masuk akal saya adalah suami bisa nonton bola di TV. Dah itu aja.

Sebenarnya Kakang cuma nonton Nick Junior aja sih. Semua tayangannya cocok untuk anak usianya dan mengandung edukasi juga. Misalnya Paw Patrol (kerjasama dan menolong orang lain), Max & Ruby (ngajarin akur sama saudara), Blaze & The Monster Machines (matematika dan fisika), Shimmer & Shine (petualangan) hingga .. apa ya itu yang temanya kafe gitu (belajar tentang makanan), dll. Tapi tetap aja, saya merasa lebih baik untuk Kakang mengurangi screen time.

Mungkin suatu hari nanti kalau ada rezeki, Engking/Enin/Abi Kakang akan membeli TV baru. Tapi sampai saat itu tiba, saya mau menikmati dulu indahnya rumah tanpa TV :D

pic source : https://www.bms.co.in/7-things-rich-people-do-differently-every-day/ 

Minggu, 05 Januari 2020

Tren Instagram Marketing 2020


Haiiii,
Happy new year!

Baru-baru ini saya baca artikel (berbahasa Inggris) bagus nih dari Later tentang tren Instagram Marketing di tahun 2020. Yang saya tulis di sini bukan terjemahan bebas ya, tapi lebih ke poin-poin penting dan catatan untuk saya sendiri. Sebagai owner OLshop yang jualan di Instagram, penting rasanya selalu update dengan kabar terbaru. Yuk cuuuuss!

SEMAKIN BANYAK KONTEN VIDEO

Kayaknya IG pengen ngambil sedikit “kue” milik Youtube nih dengan memperbolehkan user upload video dengan durasi yang lebih panjang di feed IG. Konten video juga akan disebarkan oleh algoritma IG lebih luas (mendapat reach lebih banyak) dibanding konten foto.

Untungnya, dengan teknologi pada smartphone yang makin kece fitur kameranya, hampir semua orang bisa memproduksi video sendiri. So, ayooo kita lebih banyak lagi bikin video untuk konten IG.

JUMLAH LIKES DISEMBUNYIKAN

Kalau di Indonesia saat ini kita masih bisa melihat berapa jumlah likes pada suatu foto. Kalau di US udah mulai disembunyikan tuh. Alasannya sih, mendukung kesehatan mental terutama pada remaja. Mungkin selama ini mereka menggunakan IG sebagai ‘hamba likes’, yang kalau fotonya dapat likes banyak mereka girang, sementara kalau sedikit, mereka stress.

IG berharap ke depannya user bisa posting foto lebih sering dan lebih bebas, ga perlu mikir apakah foto tsb udah perfect banget, ga perlu khawatir “gimana kalau ga ada yang like ya?”

IG MENJADI PLATFORM ECOMMERCE

IG sedang mengembangkan fitur Instagram Checkout, dimana followers bisa berbelanja langsung di akun Brand tanpa keluar dari aplikasi Instagram. Saat ini ada beberapa brand di US yang sudah bisa menggunakan fitur tsb. Tahun 2020 diramalkan akan semakin banyak lagi Brand yang menggunakan fitur ini. Bahkan bisa jadi semua OLshop bisa.

Btw sebenarnya saat ini udah ada loh layanan yang mirip IG Checkout tsb di Indonesia. Namanya belanja.bio. Coba deh googling.


IG MENJADI PLATFORM INFLUENCER MARKETING

Bersamaan dengan fitur Instagram Checkout, dikembangkan juga fitur Shopping From Creators. Dalam bayangan saya sih, cara kerja influencer mirip affiliate jadinya. Bedanya, dalam affiliate marketing, calon pembeli perlu meng-klik link. Sementara dalam influencer marketing, calon pembeli meng-klik foto yang diupload creator (selebgram/influencer) untuk kemudian diarahkan ke akun Brand tempat mereka bisa membeli produk yang dipromokan influencer. Jadi lebih smooth deh proses belanjanya. Asik ya!

Oh ya, semua orang berkesempatan jadi influencer loh selama feednya rapi dan engagementnya bagus. Kalau kemarin-kemarin yang banyak dicari brand adalah macro influencer (jutaan followers) dan micro influncer (puluhan-ratusan ribu followers), ke depan yang akan trending adalah nano influencer (ribuan followers). 


TIKTOK “MENJAJAH” INSTAGRAM

Merhatiin gak sih di IG sekarang semakin banyak konten Tiktok?

Buat yang belum tahu, Tiktok adalah aplikasi video sharing yang disertai musik. Konten dari Tiktok lebih real, ga pake filter, fokus ke isi bukan ke estetika. Ga perlu lokasi yang Instagramable buat bikin konten Tiktok.

Tiktok dulu sangat populer diantara remaja. Sekarang orang dewasa ikutan juga. Tiktok adalah aplikasi ketiga paling banyak didownload tahun 2019. Tiktok punya 500 juta pengguna aktif, sama dengan pengguna Instagram stories. So, diramalkan nanti IG stories akan semakin banyak memuat konten dari Tiktok.

Daaan you know what? IG lagi ngembangin aplikasi untuk menyaingi Tiktok. Namanya Reel. Saat ini lagi berusaha dipopulerkan di negara yang belum dimasuki Tiktok seperti Brazil dan Mexico. Seru nih!


IG MENJADI MICRO BLOG

Data menunjukkan dari tahun ke tahun user IG menulis caption semakin panjang. 

Orang tak hanya menikmati foto-foto indah melainkan juga kata-kata yang menarik.
Ini adalah kesempatan kita untuk bercerita lebih banyak di caption, sehingga followers  menghabiskan lebih banyak waktu di postingan kita. Ini mempengaruhi algoritma dan meningkatkan engagement.

Bagi brand owner, yang namanya brand voice akan semakin penting. Foto bagus saja tidak cukup. Followers ingin tahu dan ikut mendukung hal-hal yang dikampanyekan brand di balik produknya.

Dalam artikel tsb memuat tips ini : Next time sebelum posting di IG, pikirkan dulu mau nulis caption apa (mau menyampaikan pesan apa) baru cari foto yang cocok.

Tips lain,
Share tips di caption. Kalau pembaca klik ‘Save’ di postingan kita, ini juga terhitung engagement dan mempengaruhi algoritma loh. Jadi next time postingan kita akan lebih sering terlihat mereka.

Ada beberapa insight lain seperti akan semakin banyak iklan di IG Stories, fitur IGTV series, dan juga perkembangan filter Augmented Reality untuk shopping. Tapi saya belum bisa nulis lebih panjang lagi karena tangan pegel #jujur.

Bagaimana menurutmu? Apa resolusimu di Instagram tahun 2020 ini?