Kamis, 05 September 2019

Membersihkan Telinga di Poli THT RSUD Sumedang

Sudah lama saya merasa tidak nyaman dengan telinga kanan saya. Sangat terasa kalau kotoran banyak menumpuk. Salah satu cirinya, tiap saya coba bersihkan dengan kapas, sering tertangkap sedikit kotoran berwarna coklat tua. 

Membersihkannya juga ga bisa 100% karena posisi kotoran sudah terlalu dalam hingga tidak terjangkau kapas. Dulu waktu masih sering pake cotton bud malah pernah sampe bikin dinding telinga luka. Belakangan saya tahu kalau cotton bud memang tidak direkomendasikan kecuali untuk membersikan daun telinga (bagian luar) saja.

Akhir-akhir ini rasanya makin tidak nyaman. Seperti ada yang mampet. Akhirnya saya putuskan kali ini gak mau menunda lagi.

Sabtu, 17 Agustus 2019

Cara Simpel Membuat Deskripsi Produk Untuk Caption IG

Jaman sekarang, udah banyak banget akun OLShop muncul di Instagram bagai cendawan tumbuh di musim hujan *tsah. Gak heran sih, saya pribadi sudah membuktikan sendiri kalau jualan di Instagram itu cukup enak, terutama karena pembeli yang datang melalui IG biasanya jarang nawar dan cepet transfer. Hihihi

Kamis, 25 Juli 2019

Influencer Tidak Minta Gratisan

Ada yang lagi viral, tentang seorang so-called-influencer yang minta risoles sebanyak 500 pcs @Rp. 7000,- dengan memberi iming-iming untuk posting produk tsb di Instagramnya yang berfollowers 200K.

Jawaban sang penyedia risoles adalah menolaknya karena merasa risolesnya lebih terkenal dibanding sang influencer dan merasa keberatan dengan biaya dan tenaga yang harus dikerahkan untuk menyediakan 500 pcs gratis.


Selasa, 23 Juli 2019

Hari-Hari Pertama Kakang Sekolah

Senin, 15 Juli 2019



Terharu rasanya melihat anak yang selama ini bermain dan belajar sama saya, sekarang mulai bersekolah :')

Selasa, 02 Juli 2019

Belajar di Sekolah Non Favorit




Lagi ramai nih soal PPDB sistem zonasi yang kontroversial. Salah satu ortu yang kecewa curhat kalau anaknya yang udah berusaha belajar keras demi bisa masuk sekolah favorit, eh ujungnya gagal hanya karena lokasi rumah kalah dekat dibanding calon murid lain. Bahkan ada juga berita tentang anak yang membakar sekian piagamnya karena gagal masuk sekolah yang dia incar.

WHAT?

Saya lalu mengenang masa sekolah dulu.

Saya polos atau apa ya, tapi memang saya tidak mengenal label sekolah favorit dan non favorit. Mungkin karena orangtua saya gak pernah ‘mengedukasi’ saya soal label itu. 

Orangtua saya gak pernah ngomong, 
“Sin, kamu belajar yang rajin ya. Biar masuk sekolah anu. Itu sekolah yang paling bagus.”


Tidak pernah sama sekali.

Orangtua saya punya prinsip hidup seperti ini (dan menanamkan mindset ini juga pada anak-anaknya) : Kalau keinginan kita tercapai, Alhamdulillah. Kalau tidak tercapai, keputusan Allah tetap yang terbaik. Semua pasti ada hikmahnya.

Prinsip itu berlaku pula untuk pemilihan sekolah. Kalau bisa masuk sekolah yang terkenal bagus, Alhamdulillah. Kalau ternyata takdir menentukan kita masuk sekolah tidak terkenal, berarti ini yang TERBAIK MENURUT ALLAH bagi kita.