Jumat, 12 Juni 2020

Jangan Jadikan Biaya sebagai Alasan untuk Tidak Investasi Ilmu


Tahun 2016 saat adik saya (bungsu dari 4 bersaudara) lulus SMA, bisa dibilang perekonomian keluarga kami ada di titik terbawah.

Papa sudah lama tidak bekerja. Tidak punya penghasilan kecuali sedikit dari uang pensiun.
Mama adalah ibu rumah tangga yang sudah menjual seluruh harta miliknya agar bisa mendukung 3 anak tertua kuliah.

Jumat, 22 Mei 2020

ANJING!



Kakang sedang main game di laptop ketika kami mendengar dia berseru, "ANJIIIIIING!"

Semua orang kaget.

"Kok Kakang ngomong gitu?" tegur saya dengan nada dibuat se-selow mungkin.

Sementara itu Abinya langsung menghampiri Kakang. Dia tidak ngomong apa-apa. Tapi sepertinya melakukan sesuatu pada Kakang yang membuat Kakang membela diri, "Ini ada anjing beneran!" dan 10 detik kemudian Kakang menangis.

"Hei, kenapa Kang? Kok malah nangis?" tanya saya.

"Aku tuh bukannya ngomong bahasa (kasar).." jawabnya sambil berderai air mata.

"Oh gitu. Heuheu.. Yah, begitulah Kang kalau di tanah Sunda. Kalau kita di Medan mah engga apa-apa."

Om nya Kakang juga tertawa dan menimpali, "Kalau di Batam, ga ada yang peduli."

"Lain kali kalau ngeliat anjing, bilang aja 'It's a dog!' gitu ya Kang.." tutupku.

---

Kata "Anjing" di tanah sunda itu unik pemaknaannya.

Kalau dikatakan oleh anak kecil, maka anak itu akan dicap tidak sopan, kurang ajar, bahkan bagi yang didikannya ekstrim, mulut si anak bisa dijejali cabe. 

Tapi kalau anak tsb laki-laki, berusia di atas 15 tahun, mengucapkan kata anjing (pada temannya, bukan pada hewan), maka itu adalah tanda keakraban. Contohnya, "Si anjing!" atau agak diperhalus jadi, "Si anying, dasar!"


Menjadi dilema bagi saya yang sehari-hari berbahasa Indonesia dan menganggap bahwa sah-sah saja kalau Kakang menyebut binatang berkaki 4 pemakan tulang ini sebagai anjing. Silakan cek di KBBI, Kakang menggunakan bahasa yang benar.

Saya memang tak pernah mempermasalahkan Kakang saat dia menyebut kata anjing, selama yang ia maksud memang hewan anjing. Toh Kakang tidak pernah mengumpat.

Yang gak boleh itu kan mengumpatnya toh?

Tapi ya sudahlah..

Pepatah bilang, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Jadi Kang, next time kamu melihat anjing, bilang aja dalam bahasa sunda "Gog-gog!" atau english sekalian ya. Heuheu


Pict by Canva



Kamis, 30 April 2020

Ketika Petugas Berpakaian APD Datang ke Rumah


“Astaghfirullahalazhim!” seru saya spontan saat menoleh ke arah teras rumah dan melihat beberapa petugas berpakaian APD dari balik kaca jendela.

Tentu saja kaget, karena itu bukan pemandangan biasa. Sebelumnya saya hanya melihat orang dengan APD di televisi, artikel berita online, atau sosmed. Sekarang mereka di depan mata!

rapid test ODP


Memang sih saya sempat dikabari kalau mereka akan datang ke rumah. Tapi ga tau persisnya tanggal berapa. Jadi ya pastinya agak shock dan deg-degan saat mereka beneran datang. Padahal bukan saya yang akan dites, melainkan adik ipar dan bapak mertua saya.

Jadi ceritanya begini..

Sabtu, 29 Februari 2020

Bagaimana Rasanya Rutin Sholat 5 Waktu? [Question From Quora]


Sebelum usia saya 17 tahun, sholat saya masih bolong-bolong. Sebenarnya keinginan saya untuk rutin menjalankan sholat 5 waktu cukup tinggi, hanya saja yang namanya kemalasan sering mendera. Heuheu 

Menginjak usia 17 tahun saya berdo'a pada Allah untuk menjaga sholat saya.

Saya berpikir, tidak mungkin mengandalkan diri sendiri. Kemalasan itu dari syaitan, dan hanya pada Allah saya bisa berlindung dari bisikan syaitan.

Kamis, 20 Februari 2020

Take care of each other. We never know.

Saya tidak pernah ngefans banget sama yang namanya artis, termasuk Ashraf dan BCL.

Tapi harus saya akui, Ashraf cukup tampan dan saya kagum saat dia bisa menghilangkan aksen Malaysianya saat berakting di sinetron Indonesia. Terhadap BCL saya pun salut dengannya yang fokus serta produktif berkarya (terutama film) dan tidak pernah mencari sensasi.

Mungkin yang bikin mata saya berkaca-kaca setiap baca atau nonton berita tentang meninggalnya Ashraf adalah karena saya merasa relate dengan mereka sebagai pasangan, sebagai keluarga.

Dengan mudah saya bisa memposisikan diri ada di posisi BCL.