Jumat, 07 Agustus 2020

3 Kabar Gembira Tanggal 6 Agustus 2020

Dunia sedang muram. 

Pandemi. Resesi ekonomi. Dan baru-baru ini, ledakan besar di Lebanon.

Di kehidupan personal saya saat ini, Alhamdulillah siy yang agak suram cuma jumlah saldo rekening. 

Saya harus tetap bersyukur karena masih punya tempat bernaung yang aman, masih bisa makan, masih dikaruniai kesehatan, dan masih bisa kumpul dengan keluarga. Alhamdulillah..

Sumber : The Mirror

Dan dalam situasi yang agak-agak gelap ini, ketika ada kabar gembira meskipun sederhana, haruslah ditulis agar jadi kenang-kenangan. Betul?

So, apa aja tuh 3 kabar gembira kemarin? Ini dia

Rabu, 29 Juli 2020

Blogwalking To TitisAyuningsih.com

Halo, hai, hai!

Dah lama banget ya saya ga update blog ini. Heuheu

Kali ini saya mau nulis tentang jalan-jalannya saya ke blognya Titis Ayuningsih.




Desain blognya simpel dengan background putih sederhana yang memanjakan mata. Titis memberi judul blognya Seuntai Kata dan Tulisan dengan motto di bawahnya :

No matter how you feel, get up, dress up, show up & never give up..

Itu adalah kalimat yang agak jleb di saya karena kebetulan saya bacanya pas lagi malas mode on dan mager berat. Hahahaha

Banyak topik yang Titis tulis tentang kesehariannya. Mulai dari postingan curhat hingga review beberapa tempat keren untuk dikunjungi. Ada juga beberapa tips bermanfaat seperti cara mengganti nomor HP di aplikasi Grab dan Ovo, juga solusi saat Mandiri Online terblokir.

Ngomong-ngomong soal Mandiri Online, saya pernah juga tuh terblokir. Gara-garanya, saya salah password. Terus mau saya ketik ulang passwordnya, malah appnya menganggap saya klik OK. Jadilah terblokir T_T

Waktu itu saya belum baca postingan Titis sih, jadi saya gak tau kalau masalah itu bisa diselesaikan secara online.

Saya langsung aja datang ke bank dan menemui CS. Untungnya prosesnya beneran cepet. Kayaknya 1 menit kelar deh. Kebetulan jarak dari rumah ke Bank Mandiri sini dekat. Jadi enak nyamperinnya. Cuma kalau kebetulan lagi jauh dari rumah (dan jauh dari Bank) emang paling nyaman via online aja. So, kalau kamu pengguna Mandiri Online, postingan Titis itu perlu banget dibaca.

Titis juga suka menuliskan pengalamannya jalan-jalan misalnya saat kelayapan di Semarang, Museum Macan, Museum Motomoto sampai ke Ocean Dream nyobain wahana Mola-mola Jet Spinner.

Oh ya saya sempat ngobrol-ngobrol juga nih tentang ngeblog sama Titis via WA. Simak yuk hasil obrolannya ^^

Titis sibuk apa kegiatannya sekarang selain ngeblog?

Masih kerja mbak
Masih jadi karyawan ✌🏻

Bagaimana dulu awalnya masuk dunia blogging? Ceritain douunk

Awalnya, aku mulai memberanikan diri untuk masuk komunitas blog. Ingat banget, dulu masuk komunitas blog KEB, dari situ ku mulai belajar sosialisasi, mencoba belajar berani bertemu dengan hal baru sama kawan baru. Terus rajin ikut blogwalking, eh jadi terbawa untuk update blog. Pernah update blog sehari sekali waktu itu. Sebelum ku suka nulis, ku suka puisi, nulis puisi gitu, tapi kadang kalau dibacain orang malu, pernah nulis kata-kata seperti itu. Dari komunitas satu akhirnya ku mulai merambat ke komunitas lainnya. Ikutan workshop blog dan waktu dulu setiap sabtu selalu berkelana ikutan acara blog, baik workshop ataupun event.

hooo jadi ikut komunitas dulu baru ngeblog ya

Apa manfaat yang dirasakan selama ngeblog dari dulu sampai sekarang?

Manfaatnya banyak, selain menambah networking, ku mulai terbiasa dengan orang baru. Sebagai seorang yang pendiam, dengan hadirnya blog membuatku berkelana untuk berkenalan dengan orang yang baru (berteman). Bisa mencurahkan isi hati, berbagi tips seputar sehari-hari hingga terapi bagi jiwa sendiri. Di sisi lain, pundi-pundi rupiah tak ditampik adanya. Bisa jajan dari hasil hobi yang dibayar.

Apa harapan untuk blog titisayuningsih.com ke depannya? Adakah hal yang ingin dicapai?

Harapanku sederhana, ingin update blog aja ku sudah bersyukur. Setidaknya, bertahan untuk menulis, menulis sesuai yang ku sukai, lagi perbanyak menulis yang organik, Teh hehe.

oke deeh.. tetap semangat ngeblognya yaa


Buat kamu yang lagi senggang, ayo jalan-jalan juga ke blognya Titis yaa

See ya ^^

Kamis, 23 Juli 2020

Kenapa Ragu Memulai Bisnis?

Baru-baru ini saya nanya ke Pak Suami,

Saya : Aku tuh keahliannya apa sih?

Pak suami : Nulis, jualan online.

Saya : Gitu ya..

Pak suami : Banyak tahu orang yang gak bisa jualan online.

Saya : Masa?

Pak suami : Iya. Banyak yang takut ini, takut itu. Ga tau caranya..


Saya nyaris tak percaya. Mungkin karena friendlist FB banyak emak bakulan, follow banyak mastah, grup-grup WA banyak yang jualan juga. Udah banyak juga kan konten ilmu jualan di Google, Youtube, Instagram, Podcast, bahkan Tiktok. Dengan lautan informasi itu, masak sih ada yang masih belum tahu gimana jualan online?

Sepertinya saya terkena 'kutukan pengetahuan', yaitu merasa orang lain mengetahui apa yang saya tahu, padahal banyak yang tidak tahu. Heuheu..

Pembaca blog ini ada yang merasa ragu gak ya untuk jualan online? Alasannya apa? Yuk bedah satu persatu.



Jumat, 12 Juni 2020

Jangan Jadikan Biaya sebagai Alasan untuk Tidak Investasi Ilmu


Tahun 2016 saat adik saya (bungsu dari 4 bersaudara) lulus SMA, bisa dibilang perekonomian keluarga kami ada di titik terbawah.

Papa sudah lama tidak bekerja. Tidak punya penghasilan kecuali sedikit dari uang pensiun.
Mama adalah ibu rumah tangga yang sudah menjual seluruh harta miliknya agar bisa mendukung 3 anak tertua kuliah.

Jumat, 22 Mei 2020

ANJING!



Kakang sedang main game di laptop ketika kami mendengar dia berseru, "ANJIIIIIING!"

Semua orang kaget.

"Kok Kakang ngomong gitu?" tegur saya dengan nada dibuat se-selow mungkin.

Sementara itu Abinya langsung menghampiri Kakang. Dia tidak ngomong apa-apa. Tapi sepertinya melakukan sesuatu pada Kakang yang membuat Kakang membela diri, "Ini ada anjing beneran!" dan 10 detik kemudian Kakang menangis.

"Hei, kenapa Kang? Kok malah nangis?" tanya saya.

"Aku tuh bukannya ngomong bahasa (kasar).." jawabnya sambil berderai air mata.

"Oh gitu. Heuheu.. Yah, begitulah Kang kalau di tanah Sunda. Kalau kita di Medan mah engga apa-apa."

Om nya Kakang juga tertawa dan menimpali, "Kalau di Batam, ga ada yang peduli."

"Lain kali kalau ngeliat anjing, bilang aja 'It's a dog!' gitu ya Kang.." tutupku.

---

Kata "Anjing" di tanah sunda itu unik pemaknaannya.

Kalau dikatakan oleh anak kecil, maka anak itu akan dicap tidak sopan, kurang ajar, bahkan bagi yang didikannya ekstrim, mulut si anak bisa dijejali cabe. 

Tapi kalau anak tsb laki-laki, berusia di atas 15 tahun, mengucapkan kata anjing (pada temannya, bukan pada hewan), maka itu adalah tanda keakraban. Contohnya, "Si anjing!" atau agak diperhalus jadi, "Si anying, dasar!"


Menjadi dilema bagi saya yang sehari-hari berbahasa Indonesia dan menganggap bahwa sah-sah saja kalau Kakang menyebut binatang berkaki 4 pemakan tulang ini sebagai anjing. Silakan cek di KBBI, Kakang menggunakan bahasa yang benar.

Saya memang tak pernah mempermasalahkan Kakang saat dia menyebut kata anjing, selama yang ia maksud memang hewan anjing. Toh Kakang tidak pernah mengumpat.

Yang gak boleh itu kan mengumpatnya toh?

Tapi ya sudahlah..

Pepatah bilang, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Jadi Kang, next time kamu melihat anjing, bilang aja dalam bahasa sunda "Gog-gog!" atau english sekalian ya. Heuheu


Pict by Canva